Inspektorat Kabupaten Malang Verifikasi BOS di 1197 Sekolah

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM –Untuk menyamakan neraca keuangan penggunaan dana operasional sekolah (BOS) di pembukuan lembaga sekolah dan neraca keuangan Pemerintah Kabupaten Malang, Inspektorat Kabupaten  Malang, Jawa Timur, melakukan verifikasi penggunaan dana BOS  tahun 2018 di salah satu hotel di Malang, sejak Senin (28/01/2019) hingga Jumat (01/02/2019).

 

Inspektur Inspektorat Kabupaten Malang, Dr. Tridiyah Maestuti.

MENURUT Inspektur Inspektorat Kabupaten Malang, Dr. Tridiyah Maestuti, verifikasi yang dilakukan ini merupakan agenda tahunan. “Verifikasi dana BOS untuk penggunaan anggaran tahun 2018, merupakan agenda tahunan. Hasilnya nanti berupa opini yang akan kita sampaikan kepada Plt. Bupati Malang,” terangnya, Rabu (30/01/2019).

Verikasi penggunaan dana BOS di lembaga SD dan SMP se Kabupaten Malang yang dilaksanakan Inspektorat Kabupaten Malang.

Lebih lanjut Tridiyah menjelaskan, verifikasi yang dilakukan bukanlah pemeriksaan atau audit penggunaan dana BOS. “Pada verifikasi dana BOS 2018 ini, kita tidak melakukan pemeriksaan, hanya pencocokan data. Dana BOS ini kan langsung ditransfer ke sekolah. Dalam verifikasi ini,  kita mencocokan neraca sekolah, apakah ada kendala selama ini atau tidak,” tuturnya.

“Hasil dari verifikasi akan dikonsolidasikan dengan neraca Pemkab Malang, yang mulai hari ini diaudit oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan),” imbuh mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Malang ini.

Jika nantinya dari hasil verifikasi ada perbedaan, masih kata  Tridiyah, akan dilakukan perubahan catatan. “Bila ada ketidakcocokan,  akan dilakukan perubahan catatan, termasuk kami dengan BKAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah), jika ada temuan perbedaan akan dilakukan koreksi jurnal. Pastinya temuan itu akan kita tindaklanjuti,” jelasnya.

Dengan banyaknya pembukuan dana BOS lembaga sekolah yang harus diverifikasi, proses pencocokan penggunaan dana BOS memakan waktu lima hari. “Proses pencocokan ini dilakukan per lembaga. Di Kabupaten Malang ada 1.100 SD, dan 97 SMP. Jadi memang memakan waktu yang lama. Dari sini nanti kita akan mengetahui berapa jumlah persis dana BOS yang telah digunakan di Kabupaten Malang,” pungkas Tridiyah. (diy)