TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Ketua RW 23 Glintung, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Ir. Bambang Irianto menerima wisatawan dari Mokokerto.

Inisiator Kampung 3G Berpeluang Raih Kalpataru

*Reporter : edy master

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR.COM – Ketua Rukun Warga (RW) 23, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur,  Ir. Bambang Irianto, berpeluang meraih penghargaan Kalpataru dari Pemerintah Republik Indonesia.

 

Ketua RW 23 Glintung, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Ir. Bambang Irianto menerima wisatawan dari Mokokerto.

HAL INI menyusul dilakukannya verifikasi dan validasi lapangan oleh Kementrian Lingkungan Hidup di kampung Glintung Go Green (3G), Jum’at (27/04/2018). “Pak Bambang Irianto, inisiator kampung 3G, salah satu nominator penerima penghargaan Kalpataru. Kami diperintah Dewan Pertimbangan Kalpataru untuk melakukan verifikasi dan validasi,” kata Achmad Junaedi, dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Kemitraan Lingkungan, saat  verifikasi di kampung 3G, Jum’at (27/04/2018).

Achmad Junaedi menambahkan, di Jawa Timur, ada dua nominator, dari Tulungagung dan Kota Malang. “Keduanya untuk kategori pembina lingkungan hidup,” tutur Achmad Junaedi. Ia melanjutkan, penilaian Kalpataru bukan hanya menilai personil Bambang dalam hal pembinaan terhadap masyarakat yang ada di lingkungannya saja, melainkan juga melakukan pembinaan terhadap kampung- kampung lain.

Disinggung tentang hasil verifikasi, Junaedi menjelaskan, hasilnya akan dilaporkan ke tim terlebih dahulu. Setelah itu baru ada penilaian. Pihaknya hanya mengumpulkan data-data kegiatan yang dilakukan Bambang. Selanjutnya, dewan yang memutuskan Bambang Irianto ini layak atau tidak mendapatkan Kalpataru.

Sementara itu, Ir. Bambang Irianto menilai, Kalpataru adalah penghargaan tertinggi yang diberikan negara kepada warga negara yang punya prestasi di bidang lingkungan hidup.

“Penilaiannya selama 5 tahun. Apakah nominator  selama itu benar-benar konsisten dan punya komitmen di dalam membangun lingkungan. Kalpataru bukanlah suatu lomba. Jadi,  tidak ada orang mendaftarkan, tapi warga negara yang memang mengabdi dan menyelamatkan serta membina di bidang lingkungan. Kemudian negara memberikan penghargaan,” tuturnya.

Menurutnya, lomba atau  penghargaan, bukan target atau tujuan. Tapi itu hanya sebagai semangat motivasi agar terus berkelanjutan membangun lingkungan. (*)