Ini Pesan Wali Kota Kepada Siswa SMA Taruna Nala Yang Baru Masuk

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Memasuki tahun ajaran baru, sebanyak 200 dari 509 siswa SMAN Taruna Nala Jawa Timur, melakukan pengenalan lingkungan sekolah.  Pembukaan kegiatan dipimpin Wali Kota Malang, Sutiaji, di kompleks Pangkalan TNI AL (Lanal), Jl. Yos Sudarso 14, Kasin, Kota Malang, Senin (14/07/2020) pagi.

 

Wali Kota Malang, Sutiaji bersama pelajar SMA Taruna Nala usai upacara.

 

SUTIAJI berpesan agar para siswa harus menerapkan disiplin tinggi, sering olahraga, dan melakukan pola hidup sehat. “Kita wajib terapkan protokol kesehatan agar terhindar dari COVID-19. Beri contoh yang baik kepada masyarakat luar,” katanya saat memimpin upacara pembukaan pengenalan lingkungan sekolah.

Di masa pandemi COVID-19 ini, kegiatan MPLS tidak dilakukan seperti biasa. Dari ribuan siswa, di tahap pertama ini, hanya diikuti 200 siswa.  Sebab COVID-19 masih belum berakhir. Bahkan jumlahnya di Kota Malang  meningkat.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Kota Malang, sampai 11 Juli 2020, pasien yang terkonfirmasi positif sebanyak 326. Pada 12 Juli 2020, tercatat sebanyak 340 positif. Jadi ada 14 pasien bertambah dalam 1 hari.

Karena itu Pemkot Malang mengapresiasi SMAN Taruna Nala yang memberlakukan karantina dan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat (jaga jarak, pakai masker, dan berperilaku hidup sehat).

Kepada awak media, Sutiaji menjelaskan, siswa SMAN Taruna Nala melakukan 14 hari karantina sebelum memasuki tahap pembelajaran. Meski kapasitas gedung ribuan, hanya ditempati 200 siswa baru. “Sebelumnya di sini sudah di-rapid semua dan memang non reaktif. Seandainya reaktif pun kita sudah punya treatment,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Taruna Nala, Hari Wahyuono menjelaskan, para siswa telah melakukan pengenalan lingkungan. Selama 2 minggu mereka menjalani  masa karantina sekaligus pengenalan asrama. Sebelum masa karantina, para siswa siswi menjalani rapid test terlebih dahulu. “Intinya, kita benar- benar menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Hari menambahkan, jumlah siswa yang mengikuti upacara 200 siswa dari total yang harusnya datang 509 orang. Jumlahnya sengaja dibatasi, karena dilakukan secara bertahap, sesuai keinginan para orang tua siswa. “Kita menyebarkan angket kepada orang tua siswa. Bagi orang tua siswa yang mengijinkan anaknya belajar secara langsung,  kita persilahkan.  Bila keberatan,  kita laksanakan konsep daring,” ujarnya.

Belajar sistem daring adalah anak-anak sekolah dari rumah, namun tetap sesuai prosedur yang berlaku, seperti memakai seragam sekolah, latihan fisik yang diperlihatkan lewat video. (roz/mat)