IKM Kabupaten Malang: Go Digital, Go Nasional

MALANG,TABLOIDJAWATIMUR. COM – Dunia Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Malang, Jawa Timur, memasuki era baru. Ini setelah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama blibli.com menggelar workshop yang diikuti 150 pengusaha IKM di Pendopo Kepanjen, Jumat (06/09/2019) siang.

 

Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Dr. Agung Purwanto, M.Si bersama perwakilan blibli.com, Andre Avianto.

 

DENGAN kegiatan ini, diharapkan para pengusaha IKM dapat dapat berjualan di blibli.com. Sebab, selama workshop, mereka diajari membuat akun dan mengupload sendiri produknya. “Sehingga diharapkan produk mereka bisa go nasional, bahkan bisa go internasional,” kata Kepala Disperindag, Dr. Agung Purwanto, M.Si, di sela-sela pembukaan workshop.

Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Dr. Agung Purwanto, M.Si.

Agung menambahkan, sebanyak 150 IKM yang diundang dalam workshop ini, merupakan  calon-calon eksportir. “Seperti keripik lumba-lumba asal Turen yang memang sudah terkenal. Diharapkan produknya bisa masuk  ke blibli.com sehingga terkenal di Indonesia dan luar negeri,” katanya seraya menambahkan, dari 150 IKM, sebanyak 100 adalah industri agro,  dan 50 non agro.

Menurut mantan Kepala Bagian Perekonomian ini, Disperindag memiliki komitmen untuk terus meng-upgrade dan mempersiapkan IKM yang kompetitip dan mampu menjawab tantangan pasar, baik dari peningkatan produksi maupun manajemen pemasaran yang sudah memasuki era digital seperti sekarang.

“Komitmen ini kami tunjukan dengan menggelar event, seperti expo yang saat ini digelar di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, pelatihan, workshop yang menunjang kapasitas IKM Kabupaten Malang dalam memajukan usahanya. Sedangkan acara ini (Panen Rezeki Bersama Merchant Online blibli.com), dimaksudkan untuk mengenalkan trend digital marketing, memberikan akses kepada IKM untuk bergabung di marketplace nasional, memperluas jaringan  pasar IKM, serta meningkatkan daya kreatif, trik dan tips produk IKM agar laris dan dapat bersaing di pasar digital,” terang Agung Purwanto.

Saat ini, di Kabupaten Malang terdapat 25.493 IKM yang produknya memiliki beragam kekhasan, dan sudah memiliki pasar lokal, nasional, bahkan internasional. “Dengan adanya kerjasama kemitraan bersama blibli.com ini, semoga IKM di Kabupaten Malang dapat memasarkan produknya secara online, sehingga IKM Kabupaten Malang dapat memberikan sumbangsih bagi pembangunan daerah dan nasional,” harapnya.

Sementara itu, perwakilan blibli.com, Andre Avianto menjelaskan, blibli.com berharap agar IKM naik kelas bisa menjadi UMKM. “Makanya, kita berikan pelatihan, membantu promo di blibli.com. Hari ini kita kenalkan blibli.com kepada para pengusaha agar mereka tahu apa itu blibli.com, terus kita pandu upload produknya. Jadi, para pengusaha diajari caranya berjualan di blibli.com. Mereka diajari bisa bikin akun sendiri dan langsung  belajar upload produknya  di blibli.com,” katanya.

Di tempat terpisah, salah satu pengusaha IKM yang ikut pelatihan, Ivan Yudhi Santoso, mengatakan, dengan adanya pelatihan semacam ini, diharapkan  bisa membawa IKM di Kabupaten Malang lebih maju. Karena masalah marketing (pasar) yang selama ini menjadi masalah pokok —selain financial atau pendanaan—  bisa diatasi.

“Pendanaan sudah bagus, tapi marketnya kita bingung mau jual kemana. Sekarang, dengan jaman digitalisasi, dengan adanya workshop Panen  Rezeki Bersama Merchant Online blibli.com ini, paling tidak bisa menambah daya jual kita melalui media onlie,” kata Ivan, pengusaha  cireng krispi asal Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Ivan menambahkan, selama ini, produknya lebih banyak dijual melalui online. “Saya jual cireng krispi di Bedali, Lawang. Selain cireng krispi, saya juga jual  mie kocok, cuan kie. Saya  jual makanan khas dari Jawa Barat di Malang. Alhamdulillah, antusiasme warga Malang dan sekitarnya sangat bagus. Selama ini,  kita lebih bagus jualnya lewat media onlie (sosial Media), semacam WA, instagram. Omset per minggu antara Rp 1 juta – Rp 1,5 juta. Hingga sekarang usaha saya sudah berjalan tiga tahun,” kata  Ivan Yudhi Santoso. (iko/mat)