IBU, Kampus Paling Seksi

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kampus IKIP Budi Utomo, terbilang kampus paling “seksi”. Hal itu mengingat, sepak terjang kampus yang berpusat di Jl. Arjuno, Kecamatan Klojen, Kota Malang ini  beragam cerita. Salah satunya, sempat dapat sanksi dari Kementerian Ristek Dikti karena jumlah mahasiswa dan dosen tak sebanding.

 

Kampus IBU di Malang.

 

Rektor IKIP Budi Utomo, Dr Nurcholis Sunuyeko memberikan keterangan.

“KAMPUS IBU, bisa dibilang paling seksi (baca menarik – red). Seksi sebagai bahan pemberitaan, serta bagi pembaca, terutama yang mengikuti perjalanannya,” tutur Rektor IKIP Budi Utomo, Dr Nurcholis Sunuyeko,  saat silaturohmi dengan wartawan, di kampus 2 IBU, Jl. Citandui, Kecamatan Blimbing, Kota Malang,  Jawa Timur, Selasa (15/01/2019).

Menurutnya, salah satu keseksianya, meskipun kampus swasta, namun sempat memiliki mahasiswa mencapai 21.000 orang. Bahkan, berawal dari jumlah tersebut, justru IBU menerima sanksi dari Kementerian Ristek Dikti.

“IBU sempat dilarang menerima mahasiwa baru dari Kementerian, karena ketentuan perbandingan jumlah mahasiwa dan dosen. Baru diperbolehkan menerima mahasiwa lagi, setelah ketentuan yang disyaratkan terpenuhi. Tentunya hal itu melalui usaha dan perjuangan yang panjang,” lanjutnya.

Namun demikian, lanjut Nurcholis, dalam kondisi “terhukum” pun, IBU bisa memberikan kemanfaatan dan berkah bagi kampus lain untuk menerima mahasiswa baru. Sehingga kampus lain, semakin banyak pendaftarnya.

Atas kelihaian Nurcholis, ketentuan yang dipersyaratkan, bisa terpenuhi. Dengan begitu, sanksi pun dicabut dan IBU berjalan dengan nornal kembali. Hingga akhirnya semakin berkembang untuk terus bisa melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Prestasi demi prestasi pun bisa diraih seiring dengan penelolaan yang semakin baik. Bahkan, salah satu yang membanggkan, dari 31 CPNS dari Malang yang diterima, 16 orang dari IKIP Budi Utomo.

Kini, dengan semakin berkembangnya tekologi yang semakin canggih dan memasuki era revolusi industri 4.0, pengajaran di perguruan tinggi dituntut untuk berubah. “IKIP Budi Utomo sudah melangkah dan berbenah, terutama untuk menembus batas, menuju kampus internasional. Terbukti dengan beberapa kerjasama dengan luar negeri. Tidak hanya dalam penerimaan mahasiswa dari luar negeri, tapi merespon sebuah kondisi,” tuturnya.

Namun demikian, Rektor IBU berpesan agar tetap terilhami dari filosofi Budi Utomo, yang menjadi brand dari IKIP yang dipimpinnya. Menurutnya, nama Budi Utomo itu bukan nama orang atau organisasi.

“Budi Utomo itu dua kata yang memiliki arti perilaku yang luhur. Perilaku terkait dengan kemampuan pengetahuan dan skill serta inovasi yang bermanfaat bagi orang lain,” imbuhnya.

Karenanya, mahasiswa IKIP Budi Utomo tidak boleh egois. Harus bisa memberikan manfaat bagi orang lain, dan tertanam dalam sanubari dan teraplikasikan dalam perilaku. (ide)