HUT Ke-105 Kota Malang, “Satu Dalam Genggaman 5 Jari”

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Menjelang datangnya Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Malang ke-105, pemerintah Kota Malang bersama DPRD melaksanakan Rapat Paripurna peringatan Hari Jadi di Gedung Dewan Kota Malang, Jumat (29/03/2019).

 

Pelaksanaan rapat paripurna di Gedung Dewan Kota Malang.

 

MENURUT Wali Kota Malang, Drs H. Sutiaji, angka 105 mempunyai makna yang mendalam. Bersama-sama bersatu bergerak untuk perbaikan untuk kepentingan bersama.

“Tahun ini, HUT Kota Malang ke-105. Satu genggaman bergerak bersama dalam harmoni. Menggenggam itu menggunakan 5 jari untuk menjadi persatuan. Perbedaan adalah fitrah satu dalam genggaman untuk semua,” tutur Sutiaji.

Untuk itu, semua bisa bersatu memberikan yang terbaik untuk Kota Malang. Ke depan, Wali Kota berharap apa yang sudah terpotret dalam RPJMP bisa dilaksanakan secara menyeluruh.

Selain itu, beberapa permasalahan yang terjadi di Kota Malang, tersampaikan Wali Kota Malang. Beberapa diantaranya mulai banjir, kemacetan atau transportasi serta kondisi jalanan yang berlubang.

Menurutnya, semua sudah dalam proses penanganan. Namun demikian, semua tentu ada mekanismenya. Saat ini sedang dilakukan acesment termasuk pendataan kerugian akibat banjir dan lainnya.

“Sejak tadi malam, sudah dilakukan identifikasi terkait banjir yang terjadi kemarin. Tentu kami juga minta maaf, pemerintah kota tetap berkomitmen untuk menyelesaikannya. Diketahui, dibeberapa titik, masih penyumbatan sampah yang menjadi masalah utama banjir. Hari ini juga dilakukan pembersihan, sehingga ketika curah hujan deras, arus air bisa lancar,” lanjutnya.

Selain itu, tak kalah pentingnya, adalah beberapa kondisi ruas jalanan di Kota Malang yang banyak mengalami kerusakan. Sutiaji mengaku, sudah berkoordinasi dengan Dirjen anggaran.

Terkait dengan kemacetan, pihaknya juga sedang bergerak mencari investor. Salah satunya dari Cina tentang mekanisme parkir vertikal. Sehingga, nantinya dengan lokasi lahan yang tidak terlalu lebar, namun bisa menampung banyak kendaraan. (ide)