Hujan Semalaman, Pujiharjo Terendam Air

Hujan deras yang merendam Desa Pujiharjo.

Akibat hujan deras semalaman, puluhan rumah di Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang terendam air, Selasa (27/11/2018).

 

KEPADA awak media Kepala Desa Pujiharho, Hendiarso mengatakan akibat hujan deras yang mulai turun sejak Selasa petang, hampir semalaman rumah warga di Desa Pujiharjo terendam air. “Hujan turun mulai pukul 18.00 sampai malam hari, pukul 22.00 air mulai naik hinga ketinggian 1 meter, akibatnya puluhan rumah terendam banjir, bahkan dapur milik Pak Jumadi warga RT 28, hanyut terbawa air, karena pondasinya jebol. Pagi ini ketinggian air sudah mulai surut,”terang Hendiarso, Rabu (28/11/2018).

Menurut Kades Pujiharjo, rendaman air disebabkan oleh meluapnya aliran sungai Purwo yang melintas tepat di tenggah desa. “Sebenarnya ini adalah fenomena tahunan bagi Desa Pujiharjo jika musim hujan. Kemarin kita sudah meminta bantuan pengerukan Sungai Purwo ke Pemkab Malang, namun hanya dilakukan pemindahan batu yang besar-besar saja,”ungkapnya.

Selain luapan Sungai Purwo dan letak Desa Pujiharjo yang ditengah lembah, perusakan hutan disekitar perbukitan Desa Pujiharjo dituding sebagai penyebab utama meluapnya Sungai Purwo. “Dulu ketika hutan masih lebat, jarang terjadi banjir, tapi sekarang gundul dan sudah ada upaya reboisasi saat ini. Karena gundulnya hutan, jika hujan maka air langsung turun ke bawah, ikut dalam Sungai Purwo,”jelas Hendiarso.

Sementara itu dengan intensitas curah hujan yang sudah mulai meninggi, PMI Kabupaten Malang mensiagakan personilnya. “Kita terus memantau daerah potensi bencana seperti banjir dan tanah longsor, untuk personil dan peralatan kita siagakan, jika sewaktu-waktu terjadi bencana kita siap untuk turun ke lokasi,”tegas Mudji Utomo, Kasubsi Penangulanggan Bencana PMI Kab Malang.

Selain mensiagakan relawan, PMI Kab Malang juga meminta personil SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) yang merupakan masyarakat desa atau kecamatan yang mendapat pelatihan dari PMI Kab Malang, agar waspada. “Tentu SIBAT kita minta waspada untuk memantau kondisi sekitarnya, pada dasarnya mereka adalah ujung tombak pertama kali di lapangan ketika ada bencana. Mereka bisa dengan cepat menginformasikan kondisi medan, dan bantuan apa yang diperlukan, hal ini penting dalam penangulangan bencana,”pungkas Kasubsi PB PMI Kab Malang, Mudji Utomo. (diy)