Hidup Sendiri, Nenek Tewas Membusuk di Dapur

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Nasib mengenaskan dialami Sumarni (80) warga Jalan Imam Bonjol, Desa Belung Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang yang ditemukan tewas di dapur rumahnya, Senin (13/8/2018).

 

 

Evakuasi penemuan mayat di Poncokusumo.

KEPADA awak media Kasubag Humas Polres Malang membenarkan penemuan Sumarni dalam keadaan membusuk tersebut. “Tadi pukul 12.00 WIB ada penemuan mayat seorang wanita berusia lanjut bernama Sumarni di Desa Belung, Poncokusumo. Penemuan mayat itu langsung ditangani jajaran Polsek Poncokusumo,” terang AKP. Farid Fathoni.

Secara terpisah, menurut Kanit Reskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Andi Risdianto, menjelaskan bahwa Sumarni yang diketahui hidup seorang diri, pertama kali diketahui oleh tetangganya. “Sebelumnya menantu korban, seminggu yang lalu datang kerumah korban untuk mengantarkan makanan, setelah mengetuk pintu, namun tidak dibukakan oleh korban dikira oleh menantunya korban sedang tidur sehingga ditinggal pulang kembali. Kemudian siang tadi tetangga yang didekat rumah korban mencium aroma tidak sedap yang menyengat,” jelas Andik.

Penasaran dengan bau yang tidak biasa, tetangga korban berusaha mencari sumber bau dan diketahui berasal dari rumah Sumarni. “Curiga dengan bau yang tidak sedap, hal itu kemudian dilaporkan ke Polsek Poncokusumo. Menindak lanjuti laporan tersebut, kami langsung menuju ke TKP (Tempat Kejadian Perkara-red),”jelas Kanit Reskrim Polsek Poncokusumo.

Begitu sampai dirumah Sumarni, petugas mendapati rumah korban tertutup rapat dan terkunci dari dalam. “Kami masuk dengan menjebol pintu dan mendapati korban meninggal dunia dengan kondisi yang sudah membusuk,” ungkap Andi Risdianto.

Petugas pun segera melakukan olah TKP, dari keterangan anak dan tetangga, diketahui Sumarni yang berusia lanjut itu menderita suatu penyakit. Dari pemeriksaan fisik yang dilakukan tim medis Puskesmas Poncokusumo, tidak diketemukan adanya tanda kekerasan fisik di tubuh korban.

“Hasil olah TKP dan pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan tanda kekerasaan. Dugaan awal korban terjatuh saat ke dapur dan tidak ada yang mengetahui,” beber Andik.

Melihat kondisi fisik korban, diperkirakan Sumarni meninggal enam hari yang lalu. “Kemungkinan meninggal enam hari yang lalu, sebelum menantu korban datang ke rumahnya. Karena keluarga menolak dilakukan proses autopsi, jenasah kemudian dimakamkan di pemakaman desa setempat,” pungkas Kanit Reskrim Polsek Poncokusumo. (diy)