Hewan Kurban di Kabupaten Malang Aman

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Hari Raya Idul Adha tinggal dua hari lagi, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Nurcahyo menjamin pasokan hewan kurban untuk Kabupaten Malang aman dan melimpah. Hal itu dinyatakan beliau sewaktu melakukan sidak di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Senin (20/8/2018).

 

Sidak hewan kurban di Desa Sekarpuro, Pakis oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab Malang, Nurcahyo.

DITENGAH-tengah inspeksi mendadak di penjual hewan kurban yang ada di Sekarpuro, Nurcahyo memastikan untuk pasokan hewan kurban menjelang Idul Adha 2018 terpantau aman. “Sampai saat ini, di Kabupaten Malang tidak ada kekhawatiran atas kesehatan hewan-hewan kurban, untuk populasi sapi potong jenis limousin sampai saat ini tercatat ada 217 ribu ekor lebih, sedangkan untuk sapi perah tercatat ada 9000 ekor lebih. Begitu juga kambing, stok kita banyak,” terang Nurcahyo.

Bahkan dengan surplus pasokan hewan kurban, Kabupaten Malang bisa mensuplai kambing ke daerah lain. Terkait dengan kesehatan hewan, pihaknya juga menjamin dari inspeksi yang dilakukan secara acak ke sejumlah pedagang hewan kurban, tidak didapati adanya penyakit pada hewan kurban.

“Kami melakukan inspeksi secara acak sejak Senin, minggu lalu, dan sampai hari ini belum ditemukan adanya penyakit berbahaya seperti antrax pada hewan kurban. Artinya pasokan hewan kurban di Kabupaten Malang aman untuk dikonsumsi,” tegas Nurcahyo.

Menurut Nurcahyo ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh hewan kurban, seperti sehat , usia sudah lebih dari dua tahun, jenis kelamin jantan, kondisi fisik maupun kulit halus dan tidak cacat. Namun begitu, pada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, masyarakat harus mewaspadai adanya cacing hati pada sapi, karena meskipun dari luar tampak sehat dan gemuk, acap kali di bagian hati sapi umumnya jenis limousine mengandung cacing.

“Masyarakat harus waspada memang, periksa dengan teliti apakah hati sapi kurban yang disembelih mengandung cacing atau tidak, dan memasaknya pun harus benar-benar matang,”pesan Kadis PKH Kab Malang. (diy)