TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Hati-hati Jika Utang Lewat Pinjaman Online

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Masyarakat yang mengajukan pinjaman melalui pinjol (pinjaman online), sebaiknya lebih berhati-hati, karena rawan penipuan. Apalagi saat ini keberadaan fintech yang menawarkan pinjol menjadi primadona, karena tingkat demand yang tinggi.

 

Seminar bertajuk pemanfaatan jasa fintech untuk pembiayaan ekonomi kreatif dan UMKM di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 

PERINGATAN ini disampaikan Ir. Andres Eddy Susetyo, MM, anggota Komisi XI Fraksi PDIP DPR RI saat seminar bertajuk pemanfaatan jasa fintech untuk pembiayaan ekonomi kreatif dan UMKM di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur,  Sabtu (07/12/2019) lalu.

Ir. Andres Eddy Susetyo, MM, anggota Komisi XI Fraksi PDIP DPR RI saat menghadiri seminar di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

“Meski membutuhkan pinjaman dana untuk usaha yang sangat urgent, namun sebaiknya masyarakat harus berhati-hati terhadap pinjaman online, karena rawan penipuan. Jika ingin meminjam secara online, lihat daftar aplikasi Fintech Peer-To-Peer Lending yang telah terdaftar di OJK pada website www.ojk.go.id,” terang Andreas Eddy Susetyo.

Politisi asal Malang ini  menyatakan, walaupun banyak fintech illegal dan berpotensi melakukan penipuan, namun Andreas menilai masih banyak sisi positif dari keberadaan fintech. Di antaranya, mampu menyumbang pemasukan negara sebesar Rp 60 triliun.

Tidak hanya itu. Fintech juga mampu menyerap tenaga kerja, sehingga mengurangi angka pengangguran di Indonesia. “Manfaat lain fintech adalah dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dana untuk peningkatan usaha. Berdasar riset, masyarakat senang melakukan pinjaman online, karena praktis, cepat, dan mudah,” tandas Andreas.

Lebih jauh, Andreas menjelaskan, jika ekonomi level mikro dan sedang berkembang dan maju, otomatis perekonomian Indonesia turut maju. “Apabila roda perekonomian mikro dari usaha kecil dan menengah maju, maka secara otomatis juga turut berkontribusi memajukan ekonomi negara,” tegasnya. (had/mat)