Hari Aids Sedunia, Pecandu Narkoba Ajak Masyarakat Minum Kopi Gratis

SURABAYA,TABLOIDJAWATIMUR. COM – Beragam kegiatan dilakukan dalam rangka memperingati Hari Aids Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember. Salah satunya seperti yang dilakukan sejumlah pecandu narkoba yang sedang dalam pemulihan di Kota Surabaya. Para pecandu narkoba yang tergabung dalam PLATO Foundation, yakni lembaga rehabilitasi pecandu dan penyalahguna narkoba, melakukan edukasi unik untuk mengajak masyarakat menolak dan jauhi narkoba karena rentan akan penyebaran aids.

 

 

Food Truck tempat pecandu meracik minuman dan papan tulisan edukasi jauhi narkoba.

KEGIATAN unik yang dilakukan para pecandu narkoba ini, dengan mengajak masyarakat minum kopi gratis di kedai mobil atau biasa disebut Food Truck. Masyarakat pun juga dapat sepuasnya memesan minuman kopi maupun minuman lain, hasil buatan dan racikan para pecandu ini. Karena gratis, tidak membutuhkan waktu lama untuk menghabiskan seluruh minuman yang ada. Diharapkan dengan cara unik ini, dapat menjauhkan narkoba dan aids dari masyarakat.

“Edukasi dengan cara ini sangat menarik meskipun saya bukan pecinta berat kopi. Namun kopi buatan mereka enak kok,” kata Rara, salah seorang pemesan minuman kopi. “Sama dengan teman saya ini, cara edukasi ini benar-benar bagus. Terlebih saya memang penggemar kopi dan kopi buatan mereka benar-benar enak,” imbuh Afadila, rekan rara yang juga ikut memesan kopi.

Tanggapan positif masyarakat saat menikmati kopi buatan para pecandu narkoba ini, membuat peraciknya pun bangga dan senang. “Saya bangga kopi buatan saya disukai karena saya dulu bukan siapa-siapa dan terpuruk karena narkoba. Tapi sekarang saya bisa menjadi yang orang yang lebih baik dan berguna setelah pembelajaran di rehabilitasi,” terang salah seorang pecandu, Soni Agung.

Ternyata tidak mudah untuk membuat dan merubah para pecandu narkoba seperti sekarang ini. Membutuhkan waktu yang tidak sebentar, agar para pecandu dapat sembuh dan beraktivitas seperti yang mereka lakukan saat ini. “Pecandu itu adalah orang yang memiliki penyakit otak kronis dan kambuhan. Disinilah tantangannya, dan kita harus terus menguatkan kembali dalam merehabilitasinya,” jelas Direktur PLATO Foundation, Gita Amalia.

“Kalau untuk waktunya membutuhkan paling sedikit tiga bulan,” imbuh Gita. Menariknya, selain ajakan minum kopi gratis, para pecandu narkoba ini juga mengajak masyarakat menjauhi narkoba melalui pesan moral. Pesan moral ini dituliskan di papan tulis berukuran besar, dimana bukan bertuliskan daftar harga dan menu minuman, melainkan bertuliskan ngopi gratis dari kami untuk kalian yang wani tolak narkoba. Disudut lain juga tertulis, kamu dia saya tolak narkoba. (ang)