TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Abd Rofiq, SH.

Hakim Tolak Gugatan Pedagang Pasar Blimbing

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Gugatan class action sejumlah pedagang Pasar Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, ditolak Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, yang diketuai Sri Hariyani, SH, MH. Penolakan disampaikan saat putusan sela, Selasa (23/02/2021), karena tidak dapat merinci kerugian material.

 

 

Abd Rofiq, SH.

KUASA HUKUM tergugat, Abd Rofiq, SH, & Ainur Maliki,SH, MH, dari Kantor Advokad & Konsultan Hukum Kantor A.R & Rekan, membenarkan penolakan ini. “Gugatan ditolak, sebagaimana yang disampaikan majelis hakim dalam putusan sela hari ini,”  terangnya usai persidangan, selaku kuasa hukum tergugat II, yakni PT KIS.

Putusan sela itu, lanjut Rofiq adalah tahapan dari persidangan sebelum putusan akhir, untuk menguji apakah perkara itu layak atau tidak masuk kriteria class action. Menurutnya, majelis hakim telah memiliki pertimbangan sehingga menolak gugatan itu.

“Dengan ditolak berarti perkara seperti putusan akhir. Tidak masuk kriteria class action. Kalaupun mau melakukan upaya hukum lain, ya boleh saja,” lanjutnya.

Beberapa pertimbangan dari hakim, masih kata Rofiq, adalah terkait tidak dapatnya dirinci jumlah 150 orang yang penggugat. Yang memberikan kuasa kepada Advokad hanya 5 orang.

“Pertiambangan lainya, mereka tidak dapat merinci kerugian material, kalau itu menjadi salah satu poin tuntutan. Sangat disayangkan, waktu itu para perdagang tidak mau pindah relokasi sementara. Hanya sebagian saja. Sehingga bisa saja malah dianggap ‘menghambat’ pembangunan,” kata Rofiq.

Sementara itu, pihak penggugat, melalui kuasa hukumnya, Teguh Prasetyo, SH, mengakui jika gugatannya tidak memenuhi syarat class action. “Dalam putusan sela, tidak memenuhi syarat class action. Tidak merinci berapa yang diwakili,  termasuk kerugian per orang. Akan kita perbaiki lagi,” terangnya.

Sebelumnya, Dalam kasus gugatan dengan perkara No 320/Pdt.G/2020/PN.Mlg ini, pihak penggugat ada lima orang. Mereka mengaku mewakili 150 pengurus. Jumlah pengurus itu mewakili 2.250 pedagang. Para pedagang yang menggugat telah menjadi satu kesatuan. (aji/mat)