Hadiri Natalan di Pujiharjo, Sri Untari Puji Kerukunan Muslim – Nasrani

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, bisa dikatakan sebagai desa Bhineka Tunggal Ika di Indonesia. Sebab, kerukunan antar umat beragama berjalan dengan baik. Mereka saling menghormati dan menghargai kegiatan keagamaan masing-masing golongan, seperti saat perayaan Natal 2019, Minggu (05/01/2019) pagi yang dihadiri Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Sri Untari, MAP.

 

Sri Untari bersama masyarakat dan Kepala Desa Pujiharo, Hendik Arso saat perayaan natalan.

 

MENURUT Sri Untari, kerukunan antar umat beragama yang dijalankan oleh masyarakat Pujiharjo, patut dijadikan contoh daerah lain. Sebab, meski masyarakatnya berbeda keyakinan,  tetapi bisa hidup damai  berdampingan.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Sri Untari, MAP

“Pujiharjo, desa yang sangat damai dan tenang. Sebuah desa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, meski berbeda dalam keyakinan. Ini sungguh suatu pemandangan yang sangat indah, dan harus terus dipertahankan,” tutur Sri Untari saat menghadiri natalan di desa tersebut.

Kepala Desa Pujiharjo, Hendik Arso.

Kekompakan warga itu, ditunjukan dalam perayaan Natal tingkat desa yang panitianya berasal dari masyarakat nasrani dan muslim. Ini menunjukan jika kebersamaan warga di desa yang bersebelahan dengan laut selatan ini nyata adanya.

“Saya minta seluruh masyarakat merawat kebudayaan yang sudah ada. Dan bersyukur, karena  kerukunan muslim dan nasrani, membawa kedamaian, dan kemakmuran di desa ini,” imbuhnya.

Karena itu, jika dirinya kelak diberi amanah memimpin Kabupaten Malang, dia menjadikan desa ini pilot projec desa Bhineka Tungal Ika, yang patut dicontoh oleh daerah lain, di seluruh nusantara.

Menurut Sri Untari, modal dasar membangun sebuah desa adalah kedamaian. Setelah desanya damai, untuk dijadikan desa yang maju sangatlah mudah. Makanya kedamaian itu harus terus dipelihara.

Sementara itu, Hendik Arso, Kepala Desa Pujiharjo, menyampaikan, di Pujiharjo, setiap kali ada peringatan keagamaan, semuanya warga kompak saling membantu. Saat peringatan Natal, kepanitianya melibatkan orang muslim. Demikian juga saat perayaan Idul Fitri, orang-orang nasrani membantu penuh proses pelaksanaan kegiatan orang Islam. “Di sini warganya saling menghargai, dan saling membantu. Perbedaan keyakinan tidak jadi penghalang dalam membangun Pujiharjo,” ujar Hendi Arso. (mat)