Gubernur Buka KPN, 4.120 Pramuka Kumpul di Lebakharjo

Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Malang, Ny. Hj. Jajuk Rendra Kresna

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sebanyak 4.120 anggota Pramuka  dari 417 Kwarcab dan 30 Kwarda se Indonesia, serta didukung 500 relawan, mengikuti Karang Pamitran Nasional (KPN) 2018 di Desa Lebakhardjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (14/08/2018) hingga Minggu (19/08/2018). Kegiatan ini dibuka Gubernur Jawa Timur, Dr. Soekarwo, Selasa (14/08/2018) pagi.

 

Gubernur Jatim Dr. Soekarwo membawa poster Joko Widodo.

KETUA Majelis Gerakan Pramuka Daerah Jatim ini datang ke Bumi Perkemahan Lebakharjo dengan naik helikopter dari Surabaya. Setelah mendarat di heliped yang disediakan panitia, Soekarwo langsung menuju ke lapangan upacara. Di sini dia disambut Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna, pengurus Kwarnas, Kwarda se Indonesia,  Kwarcab se Jawa Timur.

Gubernur Jatim Dr. Soekarwo mengalungkan penghargaan kepada Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna di Lebakharjo, Ampelgading, Kabupaten Malang.

Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim, mengaku bangga dengan Desa Lebakhardjo, Kecamatan Ampelgading, dan Kabupaten Malang, karena mampu mewakili Jatim sebagai tuan rumah KPN 2018 dengan baik.

Rasa bangga tersebut disampaikan Pakde di hadapan ribuan anggota Pramuka se Indonesia yang berkumpul di BumiPerkemahan Lebakharjo. Tak ketinggalan, ia mengucapkan selamat kepada para peserta KPN yang merupakan pembina dan pelatih Pramuka dari sejumlah daerah di Indonesia. “Saya berpesan agar kepramukaan di Indonesia lebih maju, berkreativitas, dan inovasi. Teknik kepramukaan terus dikaji dan dieksplorasi. Di KPN inilah kajian dan eksplorasi teknik kepramukaan akan dilakukan secara bersama,” katanya.

Gubernur Jatim Dr. Soekarwo didampingi Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna di Lebakharjo, Ampelgading, Kabupaten Malang.

Para peserta KPN ditempatkan di 800 rumah penduduk. Menurut Gubernur Jatim, setiap rumah penduduk ditempati para peserta asal Kwarcab yang berbeda agar mengingatkan persatuan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

”Peserta terbagi di lima dusun di Desa Lebakharjo berdasarkan golongan peserta didik, meliputi Dusun Siaga, Penggalang, Penegak, Pamong Saka, Pelatih dan Rumah Warga, Kepala Pusat Pelatihan dan Pembina Pramuka Berkebutuhan Khusus. KPN juga disiapkan ada arena kreasi dan pameran saka serta kedai. KPN dikemas secara kekinian dan dibungkus inovasi serta kreasi, terdapat pula Rumah Sakit Lapangan, Radio KPRI, Pos Keamanan, Pos Transportasi dan Pasar untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan,” terang panitia.

Gubernur berpesan, Dasa Darma sebagai prinsip Pramuka diharapkan mampu mengantarkan pantang gontok-gontokan, menjauhi saling ejek dan memusuhi, menghindari arogansi dan radikalisme.

“Pramuka harus suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Karena itu, pembina dan pelatih kepramukaan harus selalu merapatkan barisan untuk peduli sesama dan saling bersaudara sehingga carilah cara-cara kreatif dan inovatif untuk mendidik dalam bungkus persaudaraan,” katanya.

Terpisah, Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Malang berbangga dan berterima-kasih Kwarnas menunjuk Desa Lebakhardjo sebagai tuan rumah KPN tahun 2018. Desa Lebakhardjo oleh Kwarnas ditetapkan sebagai Desa Pramuka. Predikat ini bukan lantas mendadak diberikan, namun dalam sejarahnya sudah dua kali sebagai tempat digelarnya kegiatan Pramuka bersifat internasional tahun 1978 dan 1993. Dijelaskannya, masyarakat Desa Lebakharjo memang sudah melekat dengan karakter dan ciri Pramuka.

”Banyak kegiatan kepramukaan dilaksanakan di Lebakhardjo dengan tujuan agar semangat kepramukaan terus tersambung di desa ini dan Kabupaten Malang. Presiden Joko Widodo juga selalu mengingatkan bagaimana membangun, khususnya melalui pinggiran atau desa dengan modal pentingnya kegotong-royongan yang selalu terpelihara. Kegotong-royongan tersebut selalu dikumandangkan, dikembangkan dan dijiwai Pramuka,” terangnya.

Rendra mengatakan, komitmen Pemkab Malang selalu mensupport kegiatan Pramuka di Lebakhardjo dan siapa pun yang akan berkunjung ke desa ini. Dukungan itu dilakukan dengan perbaikan beberapa akomodasi dan aksesbilitas di Lebakhardjo.

”Sebelumnya hanya bisa melalui satu pintu yakni lewat Desa Sonowangi. Sekarang bisa menggunakan dua akses jalan, melalui Desa Purwoharjo agar tidak sampai dijumpai kepadatan kendaraan dan tingkat kecuraman jalannya,” pungkas  Rendra didampingi Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Malang, Hj. Jajuk Rendra Kresna.

Pada pembukaan KPN tersebut, tampak hadir Bupati Gresik, Wakil Walikota Batu, Kapolres Malang dan Dandim 0818 Kabupaten Malang / Kota Batu.

Dari Kwarnas tampak  hadir di antaranya Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa, Dr. Susi Yuliati, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda, Prof. S. Budi Prayitno dan Kepala Puslitbang Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof. Wan Abbas.

KPN menjadi ajang reuni para peserta perkemahan Asia Pacific Community Service Camp Perkemahan Wirakarya Lebakharjo tahun 1978 dan Perkemahan Wirakarya (Comdeca) tahun 1993 yang juga berlangsung di Desa Lebakhardjo. (mat)