Gawat! Stok Darah di PMI Menipis

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Malang, Jawa Timur menipis. Sampai Jumat (07/07/2018) pukul 11.00 WIB, stok darah tinggal 174 labu, terdiri dari golongan O sebanyak 67 labu, AB 17 labu, A 30 labu dan golongan darah B tinggal 60 labu.

 

Salah seorang pedonor yang melakukan donor darah di UTD PMI Kabupaten Malang.

“SAYA mendapat laporan, stok darah menipis. Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat, khususnya warga Kabupaten Malang agar bersedia melakukan donor darah,” harap Sekretaris PMI Kabupaten Malang, Aprilijanto, SE.MM.

Salah seorang staff UTD PMI Kabupoaten Malang menunjukan bank darah PMI Kabupaten Malang.

April menambahkan, kebutuhan darah bagi para penderita penyakit tertentu, seperti leukimia atau thalesemia, sangat diperlukan. Dengan stok darah yang menipis, hal itu menjadi momok bagi para penderita penyakit yang senantiasa membutuhkan transfusi darah secara rutin.

“Donor darah itu kan untuk kemanusian. Berbagi untuk menolong bagi yang membutuhkan. Bagi pendonor, jika rutin melakukan donor darah, justru akan semakin sehat,”papar April.

Sementara itu, ditemui di ruang kerjanya, Kabag Mutu UTD PMI Kabupaten Malang, dr. Bima Arya Teja menjelaskan, hingga Jumat (07/07/2018) pukul 11.00 WIB, stok darah di UTD PMI Kabupaten Malang tinggal 174 labu. “Dari 174 kantung darah itu, terdiri dari darah golongan O sebanyak 67, AB ada 17, A 30 kantung dan B 60 labu darah,” bebernya.

Sekretaris PMI Kabupaten Malang, Aprilijanto.

Dengan stok darah yang hanya 174 labvu, UTD PMI Kabupaten  Malang menganggap stok tersebut minim. Karena dalam satu hari, stok aman 200 kantung darah. “Kita kan tidak hanya melayani permintaan darah di Kabupaten  Malang saja, kadang RSSA maupun rumah sakit di Kota Malang lainnya juga minta kepada kita. Bahkan kita juga mengirim ke Blitar jika ada permintaan. Dengan stok darah di bawah 200 labu, memang agak mengkhawatirkan jika ada permintaan darah yang agak banyak. Apalagi permintaan darah kan tidak bisa diprediksi,” jelas Bima.

Menurut Bima, ada penyebab minimnya stok darah. “Ini kan habis puasa. Jika bulan puasa, memang jumlah pendonor menurun. Apalagi sekarang masih suasana libur sekolah. Dari kegiatan donor darah yang biasa kita lakukan di sekolah, bisa mendapatkan sampai 70 kantong darah,”paparnya.

Untuk mengantisipasi minimnya stok darah dan untuk memenuhi kebutuhan pasokan darah, UTD PMI Kabupaten Malang, memaksimalkan semua unitnya untuk melakukan kegiatan donor darah.

“Selain memaksilmalkan pelayanan donor yang bisa dilakukan di UTD PMI Kabupaten Malang di Kepanjen dan Bedali, Lawang, kita juga mengoptimalkan mobil unit transfusi keliling, serta menjalin kerja sama, baik instansi pemerintah maupun swasta untuk melakukan donor darah sukarela,” kata Bima Arya Teja.

Meski saat ini stok darah di PMI Kabupaten Malang menipis, Bima yakin bisa mencukupi kebutuhan.”Masyarakat Kabupaten Malang ini jiwa sosialnya tinggi. Kita mempunyai pendonor rutin, bahkan dari tingkat RT, RW, Kelurahan sampai Kecamatan. Antusiasme masyarakat untuk donor darah ini sangat kami apresisasi,”pungkasnya. (diy)