Gawat, Stok Darah AB di PMI Kosong

Petugas UTD PMI Kabupaten Malang menunjukkan stok darah yang menipis.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Paska liburan akhir tahun, stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Malang, Jawa Timur, menipis. Sampai Rabu (02/01/2019) pukul 11.30 WIB, tinggal  126 labu. Rinciannya, golongan darah A ada 68 labu, B  11, dan O 47 labu.

 

“SAMPAI hari ini, stok darah kami tinggal 126 labu dengan rincian golongan darah A ada 68 labu, B ada 11, dan O 47 labu. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan, apalagi untuk golongan darah AB, stoknya kosong,” terang Plt.Kepala UTD PMI Kabupaten Malang, di kantornya.

Menurut Bima, dengan menipisnya stok darah di UTD, hal ini cukup mengkhawatirkan, karena kebutuhan darah menyangkut keselamatan jiwa seseorang. “Stok darah kita cuma itu. Namun di satu sisi pengeluaran atau pendistribusian darah kita per hari rata-rata 25 sampai 30 labu darah. Itu belum kalau ada rumah sakit yang mengajukan permintaan pemenuhan kebutuhan darah,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, minimnya stok darah lebih diakibatkan karena liburan akhir tahun. Karena selama ini, pendonor darah potensial dari kalangan pelajar dan pegawai pemerintahan. “Ini kan liburan akhir tahun, sekolah dan kantor tutup, jadi memang para pendonor yang biasa rutin melakukan donor darah saat ini banyak yang libur,”jelas Bima.

UTD PMI sendiri sudah melakukan upaya yang maksimal untuk menarik minat para pendonor agar melakukan donor darah. “Melalui SIMDONDAR (Sistem Informasi Manajemen Donor Darah), kita informasikan bahwa mereka sudah waktunya untuk melakukan donor. Tapi kebanyakan belum bisa masih berlibur. Untuk itu saya menghimbau kepada masyarakat agar bersedia mendonorkan darahnya, terutama yang golongan AB,” himbau Bima.

Untuk diketahui, penerimaan donor darah sampai  November 2018 di UTD PMI Kabupaten Malang sebanyak 22.274 labu. Rinciannya,  golongan darah A sebanyak 4.824 labu, B sebanyak  4.824 labu, golongan darah O sebanyak  8.964 labu dan golongan darah AB sebanyak 1.558 labu. Sedangkan untuk pendistribusian atau penyaluran darah total sebanyak 23.464 labu. Terdiri golongan A sebanyak  5.104 labu,  golongan B sebanyak  7.359, golongan  O sebanyak 9.322 labu  dan  AB sebanyak  1.680 labu.

“Untuk penyaluran darah, kita memang lebih banyak daripada penerimaan donor, karena darah itu kan diolah. Jadi satu pendonor bisa menghasilkan sampai 3 labu darah,”pungkas Bima Aryateja. (diy)