Gara-gara Bensin, Rumah Jadi Arang

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Meski  sekarang musim hujan, namun sebaiknya harus tetap waspada terhadap bahaya kebakaran, terutama kepada para pedagang bensin eceren. Kalau tidak, nasib apes bisa terjadi seperti yang dialami Wandi (50), warga  Jl. Sukoyuwono, RT 1/ RW 9, Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur.  Gara-gara mengisi bensin, rumahnya terbakar, Sabtu (09/05/2020) pagi, sekitar pukul 08.20 WIB.

 

 

Petugas PMK, polisi dan warga memadamkan api yang membakar rumah Wandi.

KEPALA Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Malang, Goly Karyanto menjelaskan, pada Sabtu pagi, sekitar pukul 08.30 WIB, petugas jaga PMK Kabupaten Malang, menerima telepon dari Udin, tetangga korban. Kepada petugas jaga, dia mengabarkan telah terjadi kebakaran yang menimpa rumah Wandi.

“Setelah dapat laporan, Tim PMK yang dipimpin Endri Wiyanto sebagai komandan regu tiga, sekitar pukul 08.35 WIB, langsung meluncur ke lokasi kebakaran dengan membawa empat unit mobil pemadam kebakaran (damkar). Mereka  tiba di lokasi sekitar pukul 88.55 WIB,” kata Goly Karyanto, Minggu  (10/05/2020) pagi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Malang, Goly Karyanto.

Tim PMK yang tiba di lokasi kebakaran, langsung melakukan tindakan penanggulangan. Dengan peralatan yang sudah siap dan dibantu warga sekitar, petugas melakukan pemadaman rumah  yang terbakar.

Goly menjelaskan, api yang membakar rumah Wandi cukup besar, karena dipicu oleh bahan bakar yang mudah terbakar (bensin). Selain itu, beberapa barang yang ada di dalam rumah juga adalah bahan yang mudah terbakar. “Butuh waktu cukup lama untuk memadamkannnya, sekitar satu jam lebih. Bahkan hampir dua jam baru api benar-benar bisa diatasi, ” ujarnya.

Dengan usaha keras petugas PMK yang dibantu masyarakat sekitar, akhirnya sekitar pukul 10.15 WIB, api sudah dapat dijinakkan. “Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian sekitar Rp 250 juta. Kami himbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati dengan bahaya kebakaran,” pesan Goly.  (bri/mat)