Eks TPA Terbakar, 5 Rumah dan 1 Ton Pisang Jadi Arang

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kebakaran hebat melanda di bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Dusun Lowokdoro, Desa Segaran, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (08/07/2018) siang. Lima tempat tinggal warga, 1 ton pisang siap jual dan sebuah motor roda tiga, jadi arang.

 

Pemilik bangunan di antara puing-puing kebakaran pasca kebakaran yang terjadi di TPA Segaran, Desa Lowokdoro, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Tim pemadam kebakaran melakukan pendinginan paska kebakaran yang terjadi di TPA Segaran, Desa Lowokdoro, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

KEPALA Seksi Penanggulanggan Bencana Kebakaran Kabupaten Malang, Agus Suyanto alias Ambon membenarkan kejadian  tersebut. Menurutnya, lima rumah terbakar. Di antaranya, tempat tinggal Abdul Latip, Budi, Nardi , Doyok, dan Sukati.

Warga berada di antara puing-puing kebakaran sambil mencari barang yang mungkin masih bisa dimanfaatkan.

“Betul mas,  ada kebakaran yang menimpa lima rumah warga di Dusun Lowokdoro RT 8 / RW 9 Desa Segaran. Dari hasil pendataan,  nihil korban jiwa. Hanya kerugian materiil mencapai ratusan juta rupiah. Karena saya melakukan pengamanan di pertandingan Arema, sehingga  penanganan kebakaran dibekas eks TPA tersebut di bawah koordinasi Pak Bello dari PMK Kota Malang. Tapi sebagian personil dan unit mobil damkar milik Kabupaten Malang kami kirim ke lokasi,” terang Agus Suyanto.

Tim pemadam kebakaran melakukan pendinginan paska kebakaran yang terjadi di TPA Segaran, Desa Lowokdoro, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Secara terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PPBK) Kota Malang, Jose Manuel Bello, menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

 “Api diduga berasal dari arus pendek rumah yang paling ujung kiri. Mohon maaf, saya lupa siapa nama yang punya. Karena kondisi pemukiman sedang sepi, kebanyakan warga sedang berjualan,  sehingga api cepat membesar,” Bello.

Bello menambahkan, api dengan cepat membesar, karena karena  kondisi rumah warga yang semi permanen dan kondisi angin yang juga kencang. “Rumah warga yang terbakar merupakan rumah semi permanen yang terbuat dari bahan yang mudah terbakar. Sehingga saat kami datang,  kondisi sudah hangus semua,” papar Bello.

Selain menghanguskan lima unit tempat tinggal, kebakaran juga melahap habis kendaraan roda empat jenis minibus Daihatsu, kendaraan roda tiga  dan satu ton pisang.  “Nihil korban jiwa maupun cedera. Hanya kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp 400 juta. Tingginya angka kerugian  karena ada kendaraan yang terbakar dan pisang siap jual yang juga ikut terbakar. Jumlahnya hampir 1 ton,” ungkap Belllo.

Tim pemadam kebakaran membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit untuk menjinakan amuk si jago merah. “Pemadaman memerlukan waktu 30 menit, dan mobil damkar yang diterjunkan 9 unit. Sesuai SOP, kami kemudian melakukan pembasahan, dan memastikan semua bara sudah padam. Lokasi kebakaran kami nyatakan steril dan kami tinggalkan sekitar pukul 15.00 WIB,” tegas Bello.

Kepala UTD PPBK Kota Malang ini menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan waspada pada musim kemarau ini. “Dalam kesempatan ini,  saya menghimbau,  dengan datangnya musim kemarau ini,  potensi terjadi kebakaran meningkat. Untuk itu masyarakat agar berhati-hati. Pastikan semua instalasi listrik aman, dan waspada dengan lingkungan sekitar agar bahaya kebakaran bisa diminimalisir,” harapnya.  (diy)