Dukung Dunia Pendidikan, BNI Syariah Luncurkan PSP

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – BNI Syariah telah meluncurkan kartu Platform Sekolah Pintar (PSP). Dengan berbagai fitur yang ada, salah satu fungsinya, bisa mendekatkan komunikasi antara sekolah, siswa dan walimurid. Dengan sistem virtual account, BNI Syariah, akan bisa mengontrol dalam pengelolaan keuangan anak.

 

 

Branc Manager BNI Syariah Cabang Malang, Zaenal Arifin dan Founding Head BNI Syariah Cabang Malang, Lailatus Saidah menerangkan aplikasi PSP.

“KARTU PSP ini, cukup praktis. Beberapa kegunaannya bisa untuk kartu Jajan. Artinya, jajan siswa bisa dikontrol dengan PSP. Orang tua bisa mengatur berapa rupiah uang jajan per harinya,” terang Branc Manager BNI Syariah Cabang Malang, Zaenal Arifin.

Selain itu, lanjutnya, kegunaan yang lain bisa untuk kontrol siswa. Saat siswa sudah masuk di kelas, orangtua akan mendapatkan notifikasi pemberitahuan. Bahkan, bisa juga saat mengikuti pelajaran atau masuk dalam kelas pelajaran peminatan.

“Intinya, bisa mendekatkan komunikasi antara sekolah, orang tua serta siswa. Bisa terkontrol melalui satu aplikasi. Jadi orangtua harus download aplikasinya,” lanjut Zaenal.

Untuk itu lanjutnya, untuk bisa bergabung dalam layanan kartu PSP, pihak sekolah terlebih dahulu harus menjadi nasabah BNI Syariah.

Dalam teknis penggunaannya, pihak BNI Syariah akan memberikan pendampingan. Sehingga, pihak yang berkepentingan, bisa dengan mudah mengoperasionalkannya.

Sementara itu, Founding Head BNI Syariah Cabang Malang, Lailatus Saidah menjelaskan, aplikasi PSP dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Hingga saat ini, sudah ada beberapa sekolah yang sudah menjalin kerjasama. Bebarapa diantaranya, sedang dalam proses, dan segera aktif.

“Kami mentargetkan, 50 institusi, bisa bergabung dengan BNI Syariah, memanfaatkan kartu PSP. Mulai dari sekolah dan perguruan tinggi. Orang tua lebih bisa memantau kegiatan anak di sekolah,” terangnya.

Di sisi lain, BNI Syariah telah mencatatkan laba bersih Rp 603,15 miliar pada akhir tahun 2019. Angka ini naik 44.96% dibandingkan tahun 2018.

Dengan pertumbuhan laba tinggi, BNI Syariah dapat meningkatkan rasio profitabilitas ditandai dengan meningkatnya Return on Equity. Sementara rasio, juga naik dari 1,42% menjadi 1,82%.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan, kenaikan laba didorong ekspansi pembiayaan dan kenaikan dana murah yang optimal.

“Rasio efisiensi yang membaik, dapat dilihat dari rasio beban operasional dibanding Pendapatan operasional. Perbaikan rasio antara Iain diperoleh melalui sinergi BNI Syariah dengan BNI Induk dalam hal Iayanan,” terang Firman.

Ia menambahkan, jumlah rekening juga meningkat dari tahun 2018 sebesar 3,01 juta menjadi 3.44 juta di 2019. Beberapa strategi  diantaranya melalui kerjasama dengan Institusi,  Perguruan Tinggi, sekolah dan komunitas.

Di tahun 2019, BNI Syariah kantor cabang Malang menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 575,2 miliar, dibanding tahun 2018 sebesar Rp 536.6 miliar dengan total 2.307 rekening. Hal ini membuktikan, Bank BNI Syariah diterima dengan baik masyarakat Malang dan sekitarnya. (Ide)