Duduk di Atas Rel, Wanita Tewas “Disambar” Kereta Api

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Perlintasan kereta api di Desa Sambigede, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, kembali memakan korban, kali seorang wanita tanpa identitas tewas ditabrak kereta api Malabar, Kamis (5/7/2018).

 

Mrs. X dengan status T4 (Tempat tinggal tidak tetap) yang tewas karena tertabrak kereta api Malabar di Desa Sambigede, Sumberpucung.
Evakuasi Mrs.X yang tertabrak kereta api di Sumberpucung oleh relawan PMI Kab Malang.

KEPADA awak media Kapolsek Sumberpucung, AKP.Sri Widyaningsih membenarkan kejadian nahas tersebut. “Benar tadi sekira pukul 16.46 di km 75 +8/9 Malang -Blitar ada seorang wanita diperkirakan berusia 50 tahun, meninggal karena tertabrak kereta api,”terang Kapolsek Sumberpucung.

Menurut Widya, kejadian bermula ketika korban berjalan dari arah barat, kemudian duduk-duduk diatas rel kereta api menghadap ke persawahan. “Sebenarnya oleh masyarakat sekitar korban sudah diteriaki bahwa ada kereta dari timur yang mau lewat, namun sepertinya tidak dihiraukan,” jelas Sri Widyaningsih.

Akibatnya wanita tanpa identitas yang saat kejadian mengenakan kebaya warna krem, tertabrak kereta api Malabar dari arah timur dengan relasi Malang-Bandung. Korban pun terpental hinga 25 meter dan langsung meninggal dunia seketika di lokasi kejadian. “Kami kurang mengetahui nomor lokomotifnya, karena kereta tidak berhenti,”tegas Widya.

Dari keterangan warga sekitar, menyebutkan bahwa wanita paruh baya tersebut disinyalir mengalami gangguan kejiwaan. “Sepertinya ada masalah dengan kejiwaannya, biasanya kalau tidur di bangunan kosong itu,”kata salah seorang warga di lokasi kejadian sambil menunjuk sebuah bangunan yang tengah dalam proses renovasi.

Jenasah Mrs. X kemudian di evakuasi oleh relawan PMI Kabupaten Malang sekitar pukul 17.45 dan langsung dilarikan ke IKF (Instalasi Kedokteran Forensik) RSSA Kota Malang.

“Kami menerima laporan pukul 17.15 langsung meluncur ke TKP dari markas PMI di Kebonagung, Pakisaji, setelah dilakukan evakuasi, mayat kami bawa ke kamar mayat RSSA,”tandas M.Yunus relawan PMI Kab Malang.(diy)