TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Bahan pewarna alami batik bisa berasal dari akar, batang, kulit, daun, dan bunga atau kombinasinya guna menghasilkan keanekaragaman warna yang berkesan tenang, dingin, lembut, dan nyaman.

Dosen FTP UB Bimbing UKM Batik Tulis Sidomulyo

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sejumlah dosen Teknologi Industri Pertanian (TIP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, memberikan bimbingan teknis dan fasilitas teknologi guna meningkatkan kinerja kelembagaan dan kualitas produksi pada UKM Batik Tulis Sidomulyo, Kota Batu, belum lama ini.

 

Salah satu peserta pelatihan mempraktekan cara mewarna batik tulis.

 

PARA DOSEN yang terlibat dalam pengabdian masyarakat ini di antaranya, Dr. Siti Asmaul Mustaniroh STP, MP, (ketua tim), Dr. Ir. Endah Rahayu Lestari, MS, Isti Purwaningsih STP, MT, dan Wike Agustin Prima Dania STP, M.Eng, PhD, (anggota).

Bahan pewarna alami batik bisa berasal dari akar, batang, kulit, daun, dan bunga atau kombinasinya guna menghasilkan keanekaragaman warna yang berkesan tenang, dingin, lembut, dan nyaman.

Stevani Karina, pemilik UKM Batik Tulis Sidomulyo, menjelaskan,  usahanya sudah berdiri sejak 2017. Selama ini aktif mengangkat kearifan lokal sebagai motif batik tulis khas Kota Batu. ”Jadi, ciri khas batik kami adalah motif lokal, yaitu ikan hias dan tanaman hias,” katanya, belum lama ini.

Stevani menjelaskan, dalam pengerjaannya,   selain menggunakan pewarna sintetis, dia juga menggunakan pewarna alami. “Pewarna alami sebenarnya lebih berkualitas. Namun harga batik menjadi lebih mahal, karena proses pengerjaan lebih lama dan  biaya produksi tinggi,” jelasnya.

Menurut Ketua Tim Dosen UB, Dr. Siti Asmaul Mustaniroh STP, MP,  kendala inilah yang melatari tim dosen TIP UB melakukan kegiatan bimtek guna peningkatan dan efisiensi kinerja UKM. “Meski baru berdiri beberapa tahun, tetapi UKM ini sudah lumayan produktif meski terdapat beberapa kendala. Padahal UKM ini mengangkat komoditi lokal sehingga kami tergerak melakukan sesuatu,” katanya.

Dalam bimtek ini, masih kata Siti Asmaul Mustaniro, mereka  mengajarkan dan mendampingi UKM sejak Mei hingga Agustus 2021 dalam pembuatan pewarna alam. Selain itu juga memberikan  teknologi pewarna  untuk menghasilkan batik tulis yang lebih berkualitas tetapi dengan harga yang rasional.

“Untuk kegiatan tersebut, selain dari sisi keilmuan laboratoris, kami juga menggandeng pakar batik lokal  dari Trenggalek yang sudah sangat berpengalaman dalam teknologi pewarnaan alami batik.  Mereka adalah  pasangan suami istri,  Ibu Partini dan Bapak Sukijo untuk membantu meningkatkan keterampilan UKM,” terang Siti.

“Selain itu kami juga membenahi manajemen kelembagaan usaha yang terkait dengan adminsitrasi keuangan sehingga lebih terstruktur dan efisien. Kami juga sengaja melibatkan mahasiswa yaitu Zumrotul Kurnia dan Zolla Mellanisa sebagai bekal untuk menerapkan apa yang mereka dapatkan di bangku kuliah,” papar Dr. Siti Asmaul.

Lebih lanjut Dr. Siti Asmaul menjelaskan, bahan pewarna alam yang digunakan dapat berasal dari akar, batang, kulit, daun, dan bunga atau kombinasinya guna menghasilkan keaneka ragaman warna yang berkesan tenang, dingin, lembut, dan nyaman.

Bimbingan  ini diikuti warga di sekitar Desa Sidomulyo yang berkecimpung di dalam industri batik. Praktek dilakukan mulai dari proses membatik hingga pewarnaan dengan beberapa kali pencelupan untuk mendapatkan warna yang diinginkan.

Dengan kegiatan ini diharapkan industri batik di Desa Sidomulyo dapat maju dan dikenal masyarakat luas serta mendukung suksesnya Desa Wisata Sidomulyo. Hal ini juga mendukung program Pemerintah Kota Batu sebagai Desa Berdaya Kota Berjaya dalam mengembangkan desa wisata yang berdaya saing secara nasional.  (div/mat)