TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Para peserta mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan, tata kelola organisasi, dan strategi branding wisata di Desa Wisata Kemirigede, Kabupaten Blitar.

Doktor Mengabdi UB Ajari Branding Desa Wisata Kemirigede

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Sejumlah dosen Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, yang tergabung dalam Program Doktor Mengabdi, belum lama ini melakukan pendampingan dan pelatihan untuk pembangunan Desa Wisata Kemirigede, Kabupaten Blitar.

 

Para peserta mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan, tata kelola organisasi, dan strategi branding wisata di Desa Wisata Kemirigede, Kabupaten Blitar.

 

DALAM rilis yang dibuat Humas UB, Ketua Tim, Dr. Siti Aisjah,  SE,MS, menjelaskan,  banyak kegiatan yang dilakukan. Di antaranya, pengelolaan keuangan, tata kelola organisasi, dan strategi branding wisata.

Pelatihan pengelolaan keuangan disampaikan secara daring oleh  Dosen FIA UB,  Kartika Putri Kumalasari, SE, MSA, Ak. Sedangkan materi tata kelola organisasi disampaikan M. Abdi Dzil Ikhram W, SE,MM,  Dosen FEB UB.

“Pelatihan pengelolaan keuangan dilakukan dengan memberikan materi terkait dasar-dasar pencatatan keuangan dan referensi software yang dapat digunakan untuk mempermudah proses pencatatan keuangan. Sehingga nantinya seluruh peserta kegiatan dapat mencatat secara efisien dan efektif,” ujar Kartika kepada Humas UB, Kamis (12/08/2021) sore.

Sementara itu, pelatihan tata kelola organisasi berkaitan dengan dasar pembagian kerja pengelola serta kelayakan pembentukan struktur organisasi. “Saat ini pemerintah desa sedang mempersiapkan pengelolaan pemasaran dan branding wisata. Sehingga penguatan branding wisata pada kawasan desa wisata secara mandiri dapat dimanfaatkan untuk mengemas konsep dan proses bisnis wisata sesuai dengan harapan konsumen,” jelas Ikhram.

Hari Purnawan S.Sos, selaku Kepala Desa Kemirigede menegaskan, peningkatan kualitas sumberdaya manusia diharapkan dapat mewujudkan terciptanya kawasan desa wisata berbasis digital.

Seperti ketahui, kebijakan PPKM membawa konsekuensi pada melemahnya beberapa sektor ekonomi, seperti pariwisata. PPKM mempengaruhi penurunan pendapatan objek wisata maupun para pelaku wisata. Bahkan tidak sedikit pelaku wisata yang beralih profesi akibat penutupan sementara objek wisata guna dapat bertahan hidup.

Kondisi tersebut justru ditanggapi positif oleh pegiat Hutan Wisata Gogoniti, Desa Kemirigede, Kabupaten Blitar. Pegiat Hutan Wisata bersama Pemerintah Desa Kemirigede tidak memupuskan mimpinya dalam membangun kawasan desa wisata. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan kualitas SDM yang unggul dan memperkuat sistem pengelolaan wisata dengan memperluas jaringan kemitraan dengan menjalin kerjasama dengan UB Malang.(div/mat)