Ditinggal Tarawih, Rumah Terbakar

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Rumah milik Abdi Tunggal (39), warga Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terbakar, Selasa (29/05/2018) malam. Saat itu, korban sedang sholat tarawih.

 

Kebakaran rumah Abdi di Ngajum, Kabupaten Malang.
Kebakaran yang melanda rumah Abdi di Ngajum, Kabupaten Malang.

Kebakaran yang melanda rumah pegawai keamanaan di sebuah perusahaan swasta itu terjadi pukul 19.00 WIB. Amuk si jago merah pertama kali diketahui anak kecil di sekitar rumah korban.

Mengetahui rumah milik Abdi terbakar, anak-anak ini segera membunyikan peralatan yang biasa dipakai untuk membangunkan sahur. Merasa ada yang tidak beres dengan ulah bocah-bocah, orang dewasa yang sedang sholat tarawih langsung keluar dan mendapati rumah Abdi sudah dilahap api.

Kepada awak media, Kepala Seksi Penanggulanggan Bahaya Kebakaran Kabupaten Malang, Nurul Kusnaeni membenarkan telah terjadi kebakaran yang menghanguskan rumah Abdi.

Warga membantu memadamkan api yang membakar rumah.
Warga membantu memadamkan api yang membakar rumah Abdi di Ngajum, Kabupaten Malang.

“Betul,  telah terjadi musibah kebakaran yang obyeknya rumah tempat tinggal di Ngajum. Laporan kami terima pukul 19.00 WIB dan tim langsung meluncur bersama dua unit mobil damkar,” terang Nurul, Selasa (29/05/2018) malam.

Tak sampai satu jam,  tiga unit mobil pemadam kebakaran telah sampai di lokasi. Bersama warga dan tim relawan BPBD Kabupaten Malang serta PMI, selama empat puluh menit, petugas berusaha menjinakan amukan si jago merah.

Menurut Nurul, dugaan awal penyebab kebakaran adalah konsleting listrik. “Dari keterangan korban, di salah satu ruang rumahnya memang bertumpuk stop kontak listrik. Diduga hal ini yang kemudian menimbulkan arus pendek. Karena tidak diketahui, rumah dalam keadaan kosong, maka terjadi kebakaran,” jelas pria yang akrab dengan awak media ini.

Beruntung kebakaran yang terjadi saat warga sedang menunaikan sholat tarawih tidak sampai menimbulkan korban. “Menurut pendataan relawan kami yang berada di lokasi kejadian, nihil korban dalam kebakaran tersebut, baik luka maupun jiwa. Hanya menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 75 juta,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nurul  menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati menggunakan peralatan listrik. “Kami himbau agar masyarakat dalam memakai peralatan listrik berhati-hati. Jangan sampai menumpuk stop kontak secara berlebihan, karena sangat mudah menimbulkan konsleting. Cabut dan matikan peralatan listrik jika hendak meninggalkan rumah,”pesan Nurul Kusnaeni.  (diy)