Ditemukan 30.323 Anak Stunting di Kabupaten Malang

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Darurat stunting di Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang dilontarkan Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang, Kusmantoro Widodo, ternyata benar. Tercatat sebanyak 30.323 anak stunting di Kabupaten Malang.

 

 

Kantor Dinkes Kabupaten Malang.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten, dr. Ratih Maharani, menjelaskan, dari 30.323 anak stunting tersebut, dibagi menjadi dua kelompok, yakni sangat pendek dan pendek. “Itu berdasarkan penggolongan dengan kriteria pengukuran tinggi badan,” terangnya, Kamis (22/11/2018).

Ratih menambahkan, kasus terjadinya anak stunting terjadi merata di 33 kecamatan di Kabupaten Malang. Dengan tingginya kasus stunting, ada anggapan dari DPRD bahwa indeks kemiskinan di kabupaten terluas kedua di Jawa Timur setelah Banyuwangi ini masih tinggi.

Tanpa menampiknya, Ratih kemudian mengemukakan beberapa alasan lain yang menjadi penyebab stunting. “Ada faktor lain juga, seperti pengetahuan gizi masyarakat yang masih belum memadai, masalah sanitasi dan higienitas lingkungan, ketersediaan jamban dan air bersih serta pola asuh orang tua,” papar Ratih.

Untuk menangani masalah stunting yang kerap dikaitkan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat, Plt. Kadinkes mengharapkan adanya kerja sama dengan berbagai pihak. “Perlu kerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan masalah stunting. Ini adalah masalah bersama,” ungkapnya.

Dengan penanggulangan bersama yang dilakukan secara serius dan simultan, Ratih berharap angka stunting di Kabupaten Malang bisa turun secara signifikan. “Ke depan kita berharap, dengan pencegahan stunting, bisa melahirkan generasi penerus yang mampu bersaing, karena dibekali kemampuan fisik dan kognitif yang baik,” pungkas Ratih.  (diy)