Dispora Jamin Pengelolaan Kolam Renang Profesional

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Kabupaten Malang mempunyai sarana kolam renang indoor berstandar internasional di areal Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, yang telah dilaunching  Bupati Malang, Dr. H, Rendra Kresna, Sabtu (06/10/2018). Sekretaris Dispora, Abdul Haris berjanji akan mengelola kolam renang tersebut  secara profesional.

 

Tim Dinas Perumahan Kawasan Pemumkiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang meninjau kolam renang indoor standart internasional milik Pemerintah Kabupaten Malang sebelum diresmikan.

 

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malang, Abdul Haris.

DENGAN selesainya proses pembangunan kolam renang indoor berstandar internasional yang dilakukan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten  Malang tersebut, maka pengelolaanya akan di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Beginilah kolam renang indoor standart internasional milik Pemerintah Kabupaten Malang.

Sekretaris Dispora Kabupaten Malang, Abdul Haris mengaku akan mengelola kolam renang kebangaan masyarakat Kabupaten Malang secara professional.

“Dengan selesainya proses pembangunan yang dilakukan DPKPCK, maka kita akan melakukan studi banding ke Gelora Bung Karno, bagaimana keamanannya, kelayakan dan kualitas airnya, seperti apa SOP nya. Sebenarnya kita sudah ada SOP nya, namun kita ingin memastikan kolam renang ini nantinya tidak ada masalah,”terang Haris, Minggu (07/10/2018).

Haris mengaku, kolam renang yang nantinya akan dibuka untuk khalayak umum ini memang masih memerlukan pembenahan. “Serah terima kan belum, masih ada pembenahan yang akan dilakukan DPKPCK. Selama enam bulan ke depan  masih dalam masa pengawasan DPKPCK,” katanya.

Tribun kolam renang indoor standart internasional milik Pemerintah Kabupaten Malang mampu menampung 400 lebih penonton.

Menurutnya, jika ditinjau dari segi sisi bisnis, memang pengelolaan kolam renang kurang begitu menguntungkan. Namun ada tujuan lain yang ingin dicapai, yakni sebagai sarana untuk melahirkan atlit renang.

“Kita tahu, dari segi bisnis, pengelolaan kolam renang kurang bisa memberi benefit, tapi kita akan berkordinasi dengan KONI, terkait pembinaan atlit. Selama ini atlit renang dari Kabupaten Malang sudah banyak yang berkiprah secara nasional dan internasional. Dengan adanya fasilitas kolam renanng indoor berstandar internasional, kami berharap mereka kembali ke Kabupaten Malang,”asa Haris.

Dia juga menabahkan, untuk pembibitan atlit renang, pihaknya ingin, para calon atlit renang yang biasa berlatih di tempat lain, bisa berkumpul dan dipusatkan di Kanjuruhan. ”Tujuan lainnya itu, agar atlit-atlit renang dari Kabupaten Malang yang berlatih di tempat lain, bisa fokus dan berpusat di Kanjuruhan,”kata pria berkacamata.

Bahkan untuk pengelolaan dan tiket masuk, Haris mengaku sudah mempersiapkannya. “Sudah kita siapkan. Sesuai dengan Perda, untuk pengunjung umum berapa, untuk anak sekolah berapa. Kita juga ingin nantinya sekolah-sekolah mempunyai kegiatan ekstra kurikuler renang yang kegiatanya dilakukan di sini, sebagai upaya pendidikan karakter,”pungkas Abdul Haris. (diy)