Disperindag Kabupaten Malang Juara 1 Stand Terbaik di BATAM INDAGKOP & UKM EXPO 2019

Kadisperindag Kabupaten Malang, Dra. Pantjaningsih Sri Rejeki (kerudung merah), Kabid Perdagangan Hasan Tuasikal (baju batik coklat) dan tim Disperindag lainnya saat berada di stand pada BATAM INDAGKOP & UKM EXPO 2019, 07 – 10 Maret 2019 di Mega Mall, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Prestasi membanggakan dicapai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dinas yang dipimpin Dra Pantjaningsih Sri Rejeki ini menjadi juara pertama stand terbaik dalam BATAM INDAGKOP & UKM EXPO 2019, 07 – 10 Maret 2019 di Mega Mall, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

 

 

Kadisperindag Kabupaten Malang, Dra.Pantjaningsih Sri Rejeki (kerudung merah), mengikuti pembukaan BATAM INDAGKOP & UKM EXPO 2019, 07 – 10 Maret 2019 di Mega Mall, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Kadisperindag Kabupaten Malang, Dra. Pantjaningsih Sri Rejeki.

KEPADA awak media, Kadisperindag Kabupaten Malang, Dra. Pantjaningsih Sri Rejeki menyampaikan, salah satu tugas Disperindag adalah melakukan promosi produk UKM. Salah satunya dengan mengikuti pameran seperti di Batam ini.

Kabid Perdagangan Hasan Tuasikal (baju biru lengan panjang) menerima plakat juara pertama stand terbaik yang diraih Disperindag Kabupaten Malang pada acara BATAM INDAGKOP & UKM EXPO 2019, 07 – 10 Maret 2019 di Mega Mall, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

“Kita bersyukur bisa menjadi juara dalam pameran bergengsi ini. Terima kasih kepada tim yang sudah bekerja keras dalam pelaksanaan pameran. Selain mengenalkan dan pemasaran produk unggulan Kabupaten Malang, melalui ajang tersebut, kita juga berusaha menjaring peluang investasi. Dua hal ini sebenarnya yang kita tuju dalam even ini,” terang Pantjaningsih, Jumat (15/03/2019).

Plakat juara pertama stand terbaik yang diraih Disperindag Kabupaten Malang.

Menurutnya, penanaman modal atau investasi memiliki peran yang sangat dominan dan strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. “Dengan masuknya arus modal, akan mendorong kemajuan perkembangan industri dan perdagangan, meningkatkan daya beli masyarakat, dan membuka peluang lapangan kerja. Sehingga implikasi secara luas adalah peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, di tengah ketatnya persaingan dalam era globalisasi, pemda dan para pelaku usaha dituntut untuk bisa berkreasi, berinovasi,  dan bekerja lebih giat lagi dalam memperkenalkan setiap potensi bisnis yang ada di daerah,  baik di level lokal, regional, nasional bahkan internasional.

Kabid Perdagangan Hasan Tuasikal (baju biru lengan panjang) membawa plakat juara pertama stand terbaik yang diraih Disperindag Kabupaten Malang pada acara BATAM INDAGKOP & UKM EXPO 2019, 07 – 10 Maret 2019 di Mega Mall, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau bersama tim Disperindag Kabupaten Malang.

“Promosi dalam sebuah usaha adalah keniscayaan, keharusan, karena untuk merebutkan pasar. Nah, BATAM INDAGKOP & UKM EXPO 2019, menurut hemat kami adalah sarana yang tepat untuk melakukan promo, karena ini adalah sarana interaksi bisnis yang diikuti oleh pelaku usaha di seluruh Indonesia,” jelas perempuan yang akrab disapa Pantja.

Dalam pameran produk unggulan dan peluang investasi yang digelar di Mega Mall Batam itu, Disperindag Kabupaten  Malang membawa 7 UKM. “Ada sekitar 7 UKM yang kita bawa, yang memproduksi keripik buah dan tempe khas Kabupaten  Malang, batik tulis, berbagai kerajinan,  seperti gelang maupun kerajinan kulit,  serta produk bawang goreng,” bebernya.

Dalam even nasional tersebut,  selain berhasil menjual produk secara langsung atau tunai, Disperindag Kabupaten Malang juga mendapat transaksi atau pemesanan makanan ringan dari pembeli yang berasal dari Singapura. “Kalau hasil transaksional yang kita dapat, cukup memuaskan. Namun yang penting adalah produk kita lebih dikenal dan bisa menjaring para investor yang masuk ke Kabupaten Malang,” tegas Panjtaningsih.

Pun begitu, perempuan yang pernah tiga kali menjabat camat di Kabupaten  Malang ini  berpesan agar para pelaku usaha UKM, senantiasa mengembangkan inovasi produknya. “Kita dari Disperindag hanya mengenalkan dan melakukan pendampingan. Para pelaku usaha yang harus bisa berinovasi dalam meningkatkan mutu dengan biaya yang efisien, sehingga bisa menghasilkan produk bermutu dengan harga murah. Jika ini bisa dilakukan, saya yakin UKM kita akan berkembang,” pungkasnya. (diy)