Dinas Perhubungan Sediakan Mudik Gratis

Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Jawa Timur menyediakan mudik gratis untuk menghindari kemacetan dan meminimalisir kecelakaan.

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR.COM – Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Jawa Timur, menyediakan mudik gratis saat hari raya Idul Fitri 2018 ini. Jumlah pemudik dibatasi, sebanyak 450 orang dengan tujuan Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep) serta Ngawi. Pendaftaran sudah dibuka sejak Rabu (28/03/2018).

 

KEPALA DINAS Perhubungan Kabupaten, Hafi Lutfi mengatakan, tujuan mudik gratis ini adalah untuk mengurangi kemacetan lalulintas dan membantu masyarakat yang akan mudik. “Dengan mudik bersama seperti, kepadatan lalulintas akan berkurang, karena kami menyediakan angkutan masal berupa bus untuk mengangkut mereka. Para pemudik pun tak perlu membawa kendaraan sendiri-sendiri,” katanya, Jumat (11/05/2018) di kantornya.

Selain itu, masih kata Hafi Lutfi, dengan mudik gratis semacam ini, biaya mudik dapat mereka gunakan untuk merayakan lebaran di kampung halamannya. “Sebab, biaya mudik tidak murah. Dengan mudik gratis semacam ini, uangnya kan dapat dipakai untuk biaya lebaran,” katanya.

Hafi Lutfi, Kadishub Kabupaten Malang.

Tidak hanya memberikan mudik gratis. Menurut mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang ini, pihaknya juga akan memberikan cinderamata,  snack  dan air mineral gratis kepada para pemudik. “Kami bekerjasama dengan sejumlah sponsor, seperti Bank Jatim, Alfamart dan sebagainya,” katanya.

Pendaftaran mudik gratis dibuka sejak 28 Maret 2018 sampai kuota terpenuhi atau paling lambat  31 Mei 2018. “Pemberangkatan nanti dilepas  Bupati Malang  dari Pendopo Kabupaten Malang di Kepanjen, Sabtu (09/06/2018) pukul 07.00 WIB,” katanya.

Syarat masyarakat yang akan ikut mudik gratis, cukup mendaftar di Kantor Dinas Perhubungan di Talangagung, Kepanjen atau kantor UPT Dinas Perhubungan  terdekat sembari membawa foto copy KTP dan kartu keluarga serta nomor telepon. Bagi masyarakat Kabupaten Malang disediakan 450 kursi yang melayani tujuan Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sumenep, Trenggalek, Ponorogo dan Madiun serta Ngawi.

Meskipun gratis, Dinas Perhubungan  menjanjikan pelayanan yang diberikan tidak akan asal- asalan. “Memang ini baru pertama kita adakan. Kita masih melakukan kajian dan analisa yang tujuannya untuk kenyamanan dan keselamatan pemudik. Nantinya akan kita kerahkan sekitar 5 – 7 bus pariwisata AC untuk mengangkut pemudik,” jelasnya. (diy)