Dinas Pendidikan Luncurkan Aplikasi SINAU Kabupaten Malang

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR.COM – Untuk memajukan mutu pendidikan di Kabupaten Malang, Jawa Timur,  Dinas Pendidikan meluncurkan program aplikasi online. Namanya, SINAU Kabupaten Malang.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Hidayat, menunjukan aplikasi SINAU Kabupaten Malang.
Aplikasi SINAU Kabupaten Malang.

MENURUT Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Moh. Hidayat, aplikasi ini nantinya bisa diunduh di play store. Ada beragam fitur yang bisa digunakan oleh para siswa, mulai bimbingan belajar, diskusi dengan guru, maupun game edukatif yang bisa dimainkan secara interaktif.

“Saat ini aplikasi tersebut baru saja didaftarkan ke play store. Soft launching sudah dilakukan Bupati Malang tadi malam. Sementara akan kita evaluasi untuk peningkatan kualitas dan penambahan materi. Targetnya, tahun depan, semua siswa SD dan SMP yang ada di Kabupaten Malang, bisa menggunakan aplikasi ini,” kata Hidayat, Jumat (04/05/2018) di kantornya.

Dia menambahkan, aplikasi Sinau Kabupaten Malang akan diasuh para guru dari berbagai mata pelajaran yang tergabung dalam KKG (Kelompok Kerja Guru) Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

“Selain memudahkan siswa untuk belajar secara mandiri, dalam aplikasi ini, ada juga bank soal untuk latihan ujian atau diskusi tentang mata pelajaran. Memang, saat ini masih terbatas pada siswa SMP. Nantinya siswa SD juga bisa mengunduh dan menggunakannya, sehingga bisa dilaunching secara luas,” jelas mantan Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Malang ini.

Hebatnya,  aplikasi yang menurut klaim Kadindik baru pertama kali di Indonesia ini, bisa juga digunakan oleh anak-anak. “Ide awalnya muncul karena melihat kondisi anak-anak saat ini yang tidak bisa lepas dari gadget. Kebanyakan digunakan hanya untuk main game. Kita berpikir,  kenapa tidak dibuat aplikasi online yang bermanfaat untuk belajar. Untuk anak-anak kita sediakan game edukatif yang bisa dimainkan bersama secara online,”papar Hidayat.

Dayat menilai,  game-game yang ada saat ini, ditengarai membuat anak menjadi antisosial dan egois. “Tujuan kita membuat game edukatif itu biar tumbuhkembang anak tidak egois, bisa bersosialisasi sebagaimana mestinya,” jelas Hidayat.

Untuk menggunakan aplikasi yang bisa diunduh secara gratis ini, masyarakat tidak perlu khawatir akan terkena virus atau hacking. “Itu juga sudah kami pikirkan. Ada tim IT yang akan menangani masalah itu,” tandasnya.

Dengan terobosan baru ini, Dinas Pendidikan berharap para murid bisa belajar dimana saja, dan dilakukan kapan saja. “Tujuannya seperti itu. Tapi  tempat proses belajar mengajar, yang utama  tetap di sekolah,” pungkas Hidayat.  (diy)