Dilarang Pacaran Ortu, Siswa SMK Kendat

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Nasib menyedihkan harus dialami oleh TSB (15), warga Dusun Barisan, Desa Arjowilangun Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang yang ditemukan meninggal dunia gantung diri di belakang rumahnya, Kamis (23/8/2018).

 

Petugas Polsek Kalipare melakukan olah TKP peristiwa gantung diri di Desa Arjowilangun.

SAAT dikonfirmasi awak media, Kapolsek Kalipare, AKP. Fathkurohman membenarkan kejadian tragis yang menimpa belia kelas X sebuah SMK tersebut. “Korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan posisi tergantung diatas pohon kopi, kemarin sore pukul 17.00. Motif korban nekat mengakhiri hidupnya diduga stress setelah dimarahi orangtuanya,”terang Kapolsek Kalipare, Jumat (24/8/2018).

Menurut Fathkurohman, sebelumnya Rabu (22/8/2018) korban dimarahi oleh orangtuanya karena berpacaran dan sering pulang malam. “Setelah dimarahi itu korban tidak pulang ke rumah, keesokan harinya, ibu korban menanyakan keberadaan puteranya ke sekolahnya, namun ternyata korban tidak masuk sekolah,” jelasnya.

Merasa khawatir terjadi apa-apa terhadap puteranya, ibu korban dan pihak keluarga berusaha mencari ke teman korban. Hingga sore hari keberadaan TSB masih belum diketahui. Menjelang maghrib kakek korban, mendengar suara riuh dari ayam peliharaannya di belakang rumah, merasa curiga sang kakek menyuruh salah seorang cucunya yang bernama Dika untuk melihat ke belakang.

Setelah dilihat kebelakang, Dika melihat korban sudah tergantung di pohon kopi milik keluarga. “Spontan saksi Dika berteriak minta tolong sehingga mengundang kedatangan warga. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kalipare, kami bersama tim medis Puskesmas Kalipare segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara-red) dan evakuasi korban,” papar Fathkurohman.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan di tubuh korban. “Tubuh korban bersih, tidak ditemukan tanda kekerasan fisik maupun hal mencurigakan lainnya di sekitar lokasi sehingga kami berkesimpulan korban murni meninggal karena gantung diri,” tegas Kapolsek Kalipare.

Kesimpulan petugas diperkuat dengan ditemukannya cairan sperma di celana korban, yang merupakan ciri lazim dari korban yang meninggal karena gantung diri. Atas kejadian tragis yang menimpa TSB, keluarga menganggap hal itu adalah musibah semata. “Sesuai dengan prosedur kami sudah menawarkan proses autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban, namun pihak keluarga keberatan dan menolak, sehinga sesuai dengan aturan kami meminta kepada pihak keluarga agar membuat surat pernyataan yang diketahui Kades setempat,”pungkas Kapolsek Kalipare. (diy)