Di Malang, Dua Hari Sekali Terjadi Pencabulan Anak di Bawah Umur

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR. COM – Anak-anak di bawah umur rentan menjadi korban pencabulan. Bahkan, dua hari sekali, di wilayah hukum Polres Malang, Jawa Timur,  terjadi kasus pencabulan anak di bawah umur.

 

Wakapolres Malang
Wakapolres Malang Kompol Deky Hermansyah.

PERNYATAAN ini disampaikan Wakapolres Malang, Kompol Deky Hermansyah, Kamis (17/05/2018). Menurutnya, pencabulan anak di bawah umur di wilayah hukum Kabupaten Malang, cenderung mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir ini.

“Secara umum, kondisi kriminalitas dapat dikendalikan. Kasus 3 C (curat, curas, dan curanmor) memang terjadi. Namun tidak begitu menonjol. Justru kasus pencabulan anak di bawah umur yang dalam tiga bulan terakhir ini mengalami kenaikan cukup tinggi,” tutur Deky.

Bahkan, aksi para pedofilia ini sangat meresahkan, karena terjadi dua hari sekali. “Kalau diambil rata-rata, ya, hampir dua hari sekali terjadi kasus pencabulan anak di bawah umur,” terang wakapolres.

Sayang, ketika dirunut berapa jumlah riil kasus pencabulan anak yang terjadi selama ini, mantan Kapolsek Singosari ini belum bisa menyampaikan. “Jumlah persisnya berapa, saya lupa, mohon maaf. Tapi dari modus yang dilakukan bermacam-macam, mulai dari pelecehan seksual sampai dengan persetubuhan,” ungkapnya.

cabul anakDia pun menambahkan, jajaran Polres Malang menaruh perhatian serius terhadap maraknya aksi pedofilia ini. “Tentunya, ini menjadi perhatian kami, khususnya dari UPPA (Unit Perlindungan Perempuan dan Anak-red). Selain melakukan proses penindakan terhadap pelaku, kita juga konsen melakukan penacegahan agar kasus ini tidak semakin bertambah. Tentunya melibatkan instansi terkait,” tegas Kompol Deky Hermansyah.

Kepala Pengadilan Negeri Kepanjen, Saut Marulitua Pasaribu, SH, juga mengakui tingginya kasus persidangan aksi kekerasan terhadap anak. “Lumayan tinggi, hampir setiap hari ada persidangan  kasus anak,  baik kekerasan maupun pencabulan. Dibanding dengan daerah lain, Kabupaten Malang memang agak tinggi. Ini  harus menjadi perhatian bersama,” terangnya. (diy)