Dewa : Bijak Bermedos, Jangan Ikut Sebarkan Hoaks

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Anggota Komisi I DPR RI, Kresna Dewanata menghimbau warganet agar waspada dan bijak dalam menyampaikan informasi lewat media sosial (medsos). Mereka juga diimbau tidak ikut menyebarkan hoaks (berita bohong) sebelum melakukan verifikasi, karena bisa dipidana.

 

Kresna Dewanata Phrosakh bersama para pembicara seminar.

 

HAL INI dikatakan Kresna Dewanata Phrosakh saat Seminar Merawat Kebhinekaan dengan Bijak Bermedsos di salah satu hotel di Malang, Minggu (16/11/2019) lalu. “Selayaknya warganet atau netizen melakukan verifikasi terlebih dulu, agar tidak ikut menjadi agen penyebar hoaks karena bisa dipidanakan,” katanya.

Kresna Dewanata Phrosakh menyerahkan doorprize kepada peserta seminar.

Politisi Nasdem ini menjelaskan, informasi yang diterima warganet semestinya harus diseleksi dan difilter dahulu sebelum dishare. Meskipun merasa prihatin akan dampak buruk medsos, namun Kresna Dewanata Phrosakh optimis dengan sosialisasi intensif akan bisa memaksimalkan fungsi positif medsos.

“Di balik keprihatinan dampak negatif medsos yang bagaikan pisau bermata dua, saya masih optimis jika kita maksimal melakukan sosialisasi,  akan bisa memberikan manfaat optimal merawat kebhinekaan,” terang Dewa.

Terkait lemahnya sinyal internet  di daerah Malang selatan, seperti di Kecamatan Gedangan,  putera pertama mantan Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna ini pun menaruh perhatian. “Penyebab kualitas sinyal internet yang tidak kencang itu salah satunya adalah penggunanya sangat banyak. Terkait hal ini, nantinya akan saya sampaikan kepada Kementerian Kominfo untuk dicari solusinya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sudah tugasnya sebagai anggota Komisi I DPR RI untuk menyerap aspirasi masyarakat. Salah satunya bidang telekomunikasi yang menjadi tugas Komisi I. “Salah satu bidang Komisi I adalah telekomunikasi serta informasi yang partnernya adalah Kementerian Kominfo. Maka dari itu, sudah kewajiban saya untuk menyampaikan apa yang menjadi aspirasi masyarakat,” terangnya.

Ketika disinggung beberapa daerah dan obyek wisata di Malang selatan belum tercover BTS atau menara sinyal telekomunikasi, juga akan disampaikan kepada Kementerian Kominfo RI. “Perlu dilakukan peningkatan kualitas sinyal internet di beberapa daerah, seperti apa yang menjadi aspirasi  masyarakat Gedangan tadi,” ungkapnya. (had/mat)