TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Dana Riset  LIPI Terbatas

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR.COM – Dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat, keberadaan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) sangat sentral. Namun sayang, anggarannya sangat terbatas.

 

Kepala Bidang Inkubasi dan Alih Tekhnologi Pusat Inovasi LIPI, Dr. Sasa Sofyan Munawar.

HAL INI disampaikan Kepala Bidang Inkubasi dan Alih Teknologi Pusat Inovasi LIPI, Dr. Sasa Sofyan Munawar, di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur,  Rabu (08/05/2018) lalu.

Kepada para awak media, peneliti LIPI ini mengeluhkan kecilnya anggaran untuk riset dan penelitian. “Anggraran untuk penelitian di Litbang LIPI saat ini hanya 0,02 % dari PDB (Produk Domestik Bruto). Dari tahun ke tahun ya cuma segitu. Tidak naik- naik,” tutur Sasa kesal.

Totok Daryanto, anggota Komisi VII DPR RI, saat berada di Desa/Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Menurut Sasa, jumlah ini sangat kecil  dari pada anggaran pendidikan yang mencapai 20 % dari total APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara). “Untuk riset hanya dianggarkan 0,2%. Ini sangat kecil. Padahal riset membutuhkan biaya yang besar. Kami dengan Komisi VII DPR RI ingin menaikan jumlah itu. Targetnya 0,7 dari anggaran pendidikan,” papar Sasa.

Sasa menambahkan, dengan minimnya anggaran, tidak bisa dipungkiri, output yang dihasilkan LIPI pun kurang maksimal. “Produksi riset itu dipengaruhi dari hulu. Hulu ini ada SDM (Sumber Daya Manusia), peneliti, dan anggaran. Anggaran besar tapi peneliti sedikit, tentu outputnya juga sedikit. Peneliti banyak, tapi anggarannya sedikit,  juga sama. Ini hulunya,” jelasnya.

Meski begitu, menurut Sasa, LIPI tetap berkomitmen untuk tetap memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Sudah beragam hasil penelitian dari LIPI yang sudah diakui dunia internasional. Contoh, alat pendeteksi pergerakan tanah hasil karya ilmuwan LIPI yang tengah dilirik negeri matahari terbit (Jepang).

“Terbatasnya anggaran memang suatu kendala. Namun kita tidak mau menyerah pada keterbatasan itu. Dengan apa yang ada,  kita tetap lakukan riset dan penelitian untuk Indonesia,” tegas Sasa.

Memang kondisi anggaran yang diterima LIPI dibanding lembaga sejenis di negeri tetangga, sangat memprihatinkan. Dengan negeri sebesar Indonesia, anggaran LIPI paling rendah. “Sebut saja negara tetangga, Malaysia yang saat ini sudah mencapai 1,25 persen. Kemudian Singapura 2,20 persen,  Tiongkok 2,0 persen, Jepang 3,60 persen, dan Korea Selatan 4,0 persen.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi VII DPR RI, Totok Dariyanto,SE, sangat mendukung kenaikan anggaran yang diajukan LIPI. Menurutnya,  sebagai salah satu lembaga riset dan pengembangan teknologi,  sudah sepatutnya LIPI mendapat anggaran yang besar. Namun semua kembali kepada goodwill  pemerintah.

“Kita dukung penuh kenaikan anggaran yang diajukan LIPI. DPR maunya besar. Tapi kan semua usulan anggaran berasal dari pemerintah. Jadi pemerintah memang menganggarkannya baru sebesar itu. Karena sudah ada pagunya untuk setiap kementerian. Tapi kalau pemerintah tidak punya uang, mau apalagi?” tandas anggota DPR RI Dapil V Malang Raya ini.  (diy)