TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Apel pembubaran pasukan pengamanan May Day di Pendopo Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (01/05/2018).

Cukup 110 Polisi Amankan May Day

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR.COM – Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan untuk mengawal para pekerja dalam memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Selasa (01/05/2018), Polres Malang, Jawa Timur, menurunkan ratusan personil. 

 

Apel pembubaran pasukan pengamanan May Day di Pendopo Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (01/05/2018).

“UNTUK mengawal aksi May Day kali ini, Polres Malang menurunkan kekuatan sekitar 110 orang. Mereka terdiri dari Sabhara gabungan Polsek jajaran, Sat Lantas, Intelkam, Reskrim, Resnarkoba, Sat Binmas, Propam Polres Malang,” kata Kasat (Kepala Satuan) Sabhara (Samampta Bhayangkara) Polres Malang, AKP H.M Lutfi di Pendopo Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim, Kota Malang, Selasa (01/05/2018).

Dia menambahkan, para personil pun dibagi. Ada yang mengawal pergerakan buruh, mulai dari Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang hingga Balai Kota Malang, Jl Tugu Kota Malang. Karena puncak peringatan hari buruh yang jatuh setiap 1 Mei dipusatkan di depan Balai Kota Malang.

“Namun kita juga mensiagakan beberapa personil di Pendopo Kabupaten Malang ini. Karena memang tugas kami menjaga aset penting negara dalam situasi semacam ini,” ungkap Lutfi.

Kasat Sabhara Polres Malang, AKP HM Lutfi.

Pergerakan para kaum pekerja dari Kabupaten Malang memang sebelumnya dipusatkan di Kecamatan Pakis, kemudian berkumpul di Balai Kota Malang untuk menyeruakan aspirasinya. “Jumlah pekerja yang berangkat dari Pakis tadi ada sekitar 300 orang,” papar Kasat Sabhara Polres Malang.

Peringatan May Day bermula saat 80.000 orang buruh Amerika Serikat melakukan demontrasi pada 1 Mei 1886, yang menuntut 8 kerja. Sebelumnya, jamak berlaku, jam kerja para buruh melebihi 10 jam. Aksi massa yang berjalan selama empat hari ini kontan membuat 70 ribu pabrik yang ada di USA tutup.

Unjuk rasa para kaum pekerja itu kemudian direspon secara represif oleh pemerintah Amerika Serikat, sehingga 1 Mei ditetapkan sebagai hari buruh internasional.

Aksi massa kaum proletar di Balai Kota Malang, dari pantuan petugas, berjalan dengan aman, tertib dan terkendali. “Dari pantauan, alhamdulillah aksi kali ini semua berjalan lancar dan terkendali,”pungkas Lutfi. (diy)