TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Salah satu karya vas bunga berbahan baju bekas dengan bentuk tangan.

COVID, Wartawan “Sulap” Baju Bekas Jadi Vas Bunga

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Pandemi COVID-19 tak hanya menimbulkan musibah, tapi juga kreativitas. Seperti Saiful Akbar, wartawan yang tinggal di RT 01 / RW 10, Gang Arkas, Desa Sumberjo, Kecamatan Batu, Jawa Timur. Ia malah menemukan ide dan kreasi memproduksi pot atau vas bunga berbahan kain atau baju bekas.

 

Salah satu karya vas bunga berbahan baju bekas dengan bentuk tangan.

 

“SEMULA hanya dari angan-angan. Kemudian, uji coba, memanfaatkan barang bekas, kain / baju untuk vas bunga. Belajar dari video tutorial di  Youtube. Saya kemudian mencoba berkreasi membuat dari bahan limbah baju. Karena dalam tutorial itu tidak menggunakan baju bekas,” terang Akbar, Minggu (29/11/2020).

Awalnya dia membuat pot untuk bonsai kelapa. Pot buatannya itu kemudian menarik perhatian teman-teman sesama penghobby bunga dan tetangganya. “Saya semakin bersemangat membuat  pot vas bunga dengan lebih bagus lagi. Salah satunya dengan bentuk tangan. Saya buat saat WFH. Bahannya kain bekas, baju-baju bekas,” imbuhnya.

Dalam perkembangannya, karyanya pun diterima  pecinta tanaman. Bahkan, kini banyak pesanan. Ia menyarankan, jika punya kain bekas atau gombalan, ada baiknya tidak dibuang, karena bisa dimanfaatkan menjadi barang bernilai ekonomis.

Vas bunga berbahan baju bekas dipajang.

“Beragam kain bekas atau  baju bekas yang bisa dipakai mulai kain baju, celana, daster dan lainya. Itu semua bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk pot bunga. Untuk tanaman hias kesayangan,” katanya.

Meskipun saat ini banyak pesanan, dirinya tidak jual mahal untuk berbagi cara pembuatannya. Dengan baju bekas dibasahi air dan dicampur semen, bisa membuat motiv dan bentuk sesuai keinginan. Menyesuaikan kreatifitas, yang unik dan menarik. Menjadi lebih bagus, dipadu dengan pewarnaan dari cat.

Dia memerlukan pola dasar untuk membentuk kain yang akan dijadikan pot. Bisa menggunakan mangkok, baskom, gelas sebagai bahan dasar cetakan. Dengan pola dasar itu, menentukan bentuk pot saat sudah jadi. Dibentuk saat masih basah dan akan jadi setelah kering.

Untuk model vas bunga, Akbar mengaku tidak terlalu kesulitan. Selain unik dan cocok buat pajangan di ruang tamu, bisa juga di teras  rumah. Selain itu memiliki nilai ekonomi bahkan peluang usaha.

“Harganya bervariasi, muali Rp.100 ribu. Menyesuaikan keinginan pemesan. Proses pembuatan tidak memakan waktu lama. Karena itu, tetaplah berkarya di masa pendemi yang hingga kini belum usai. Selain menguji kreasi, juga bernilai ekonomi,” pungkasnya. (aji/mat)