Ciptakan Aplikasi E-Tipikor, Aspidsus Jatim Peserta Terbaik PKN

SURABAYA, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Ciptakan aplikasi online atau dalam jaringan (daring) E-Tipikor untuk memudahkan jalannya proses persidangan perkara tindak pidana korupsi (Tipikor), Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim Didik Farkhan dinobatkan sebagai peserta terbaik 1 Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2019.

 

Aspidsus Kejati Jatim, Didik Farkhan saat penobatan di BPSDM Jatim.

 

PROYEK PERUBAHAN (Proper) yang dibuat Didik Farkhan mendapat nilai terbaik dan mampu menyisihkan 60 peserta PKN dari seluruh daerah di Indonesia. Penobatan Didik sebagai peserta terbaik diberikan Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Adi Suryanto, dalam penutupan Diklat di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jatim.

Proyek Perubahan mantan Kajari Surabaya berhasil memikat penguji dari LAN. Dengan judul Strategi Peningkatan Efisiensi Penyelesaian Perkara Korupsi Melalui E-Tipikor. “Dengan E-Tipikor ke depan pelimpahan perkara ke Pengadilan Tipikor cukup lewat aplikasi. Seluruh berkas perkara berbentuk digital (Pdf). Penetapan sidang juga lewat Aplikasi. Menariknya seluruh proses persidangan akan dilakukan melalui video teleconference dari Pengadilan Tipikor dengan di Pengadilan Negeri setempat” papar Didik, Jumat (19/07/2019).

Aplikasi E-tipikor ini jelas memudahkan sidang Tipikor. Keberadaan Pengadilan Tipikor yang hanya ada satu di setiap Ibukota Provinsi selama ini membuat tugas Jaksa makin berat. Terutama harus membawa saksi yang banyak ke Ibukota Provinsi. “Bayangkan teman-teman jaksa di Papua atau yang wilayahnya jauh dari ibukota propinsi harus membawa saksi banyak ke pengadilan. Pernah jaksa kami dari Sangatta Kaltim membawa saksi lebih 30 orang kecelakaan saat perjalanan. Mobilnya ringsek,” terang Ketua IKA Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini.

Aplikasi E-Tipikor nanti juga compatible dengan Sistem Informasi Penanganan Perkara (SIPP) milik Pengadilan. Seperti surat Dakwaan ketika dimasukkan ke E-Tipikor akan otomatis masuk ke SIPPnya Pengadilan. Didik sudah mempresentasikan E-Tipikor ke Ketua PN/Tipikor Surabaya Nursyam. Pihak Pengadilan sangat mendukung Aplikasi ini. Bahkan sudah dilakukan MoU. “Bahkan kami sudah melakukan ujicoba sidang Video Teleconference dari Pengadilan Tipikor dengan Pengadilan Banyuwangi,” ujar Didik.

Saat melakukan MoU, ketua PN/Tipikor Surabaya menyebut aplikasi ini bisa menjadi embrionya E-court Pidana. Karena E-court perdata sekarang sudah ada di Pengadilan Negeri Surabaya. “Saran saya, agar aplikasi ini berlaku nasional, saya usulkan agar segera dibuat MoU antara Ketua Mahkamah Agung dengan Jaksa Agung, ” jelas Didik menirukan saran ketua Pengadilan Tipikor. (ang)