Cegah Penyebaran COVID-19, Mahasiswa UTM Bagi-bagi Sabun Organik

Mahasiswa Masyarakat Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Jawa Timur, (LPPM – UTM) melalui program pengabdian masyarakat, menyerahkan bantuan sabun organik kepada pedagang keliling.

BANGKALAN, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Jawa Timur, (LPPM – UTM) melalui program pengabdian masyarakat, menyerahkan bantuan sabun organik untuk penanganan COVID – 19 di Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, 17 – 18 Juli 2020.

 

DENGAN adanya bantuan ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Trunojoyo Madura ingin menunjukkan bahwa UTM tidak sekedar mengadakan penyuluhan untuk meningkatkan keterampilan remaja desa, tetapi juga peduli terhadap penanganan COVID– 19.

Mahasiswa Masyarakat Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Jawa Timur, (LPPM – UTM) melalui program pengabdian masyarakat, menyerahkan bantuan sabun organik untuk penanganan COVID – 19 di Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, 17 – 18 Juli 2020.

Bagi – bagi sabun tersebut merupakan bagian dari pengabdian masyarakat untuk menekan angka penularan virus. “Kami mengikutsertakan remaja desa dalam pembuatan sabun yang akan dibagikan. Dengan bantuan ini menunjukkan bahwa memutus rantai penyebaran COVID–19 bukan hanya tugas pemerintah, tapi menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk perguruan tinggi. Kegiatan ini mengajak semua elemen masyarakat untuk turut serta melawan COVID-19,” kata Deni, salah satu mahasiswa UTM.

Dia menambahkan, sasaran utama bagi – bagi sabun organik  yang dilakukan selama dua hari ini adalah warga Desa Langkap, utamanya pedagang kecil. Bantuan ini diserahkan langsung oleh mahasiswa UTM kepada masyarakat. “Kegiatan ini bisa terwujud atas dukungan dan persetujuan Agung Setyawan, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL),” ujarnya.

Tidak hanya bagi – bagi sabun, mahasiswa UTM tersebut juga mengingatkan agar masyarakat mengikuti protokol kesehatan, seperti memakai masker setiap keluar rumah, jaga jarak fisik, dan selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Edukasi kepada warga terkait protokol kesehatan COVID-19 ini harus terus dilakukan, karena masih banyak yang lalai terhadap imbauan pemerintah tersebut. “Semoga upaya yang kami lakukan bisa meminimalkan persebaran COVID-19 di Desa Langkap,” harapnya. (Nurfia Khusnul Khotimah, Mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Jurusan Ilmu Komunikasi UTM, Semester 6/)