Cari Calon Istri Sholehah

Assalamau’alaikum wr. wb.
Pak Kyai… saya seorang bujangan berumur 27 tahun. Punya usaha kecil-kecilan, pengemasan makanan kecil, setelah saya tekuni alhamdulillah hasilnya cukup lumayan, sekarang teman-teman yang ikut kerja (nyeles) di tempat sya sudah ada 9 orang, angka besar kata orang. Saya juga sudah punya rumah sendiri dengan hasil yang saya kumpulkan sejak lima tahun yang lalu, saat ini saya lagi menabung untuk persiapan menikah Pak Kyai.. mohon di do’akan semoga mendapat istri yang solehah. Pak Kyai… Istri yang solihah itu kreterianya seperti apa sih, banyak orang berbicara istri solehah, tetapi secara pasti kok saya tidak bisa menyimpulkan.. Mohon penjelasan Pak Kyai, dan sekali lagi bagaimana agar saya nanti bisa mendapatkan istri yang Solehah.. Atas nasihat, saran dan jawaban Pak Kyai saya ucapkan banyak terimakasih dan sangat saya tunggu.. kalau belum dijelaskan nanti saya gak nikah-nikah Pak Kyai..
Wassalamu’alaikum wr. wb. Gatot 0856355xxxx

 

Wassalamu’alaikum wr. wb.
Mas Gatot… yang sangat saya banggakan… Benar saya bangga dengan Mas Gatot, masih muda, mandiri, kreatif dan berhasil. Mudah-mudahan yang satu ini juga berhasil mendapatkan Istri Solihah. Amin…
Mas Gatot.. Istri solihah itu menurut Rosululloh saw. diantaranya tergambar dalam sabdanya :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن سَلامٍ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ:”خَيْرُ النِّسَاءِ من تَسُرُّكَ إِذَا أَبْصَرْتَ، وَتُطِيعُكَ إِذَا أَمَرْتَ، وَتَحْفَظُ غَيْبَكَ فِي نَفْسِهَا وَمَالِكِ”. ( رواه الطبرانى وابن حبان والحاكم )

“ Dari Abdulloh bin Salam; Sesungguhnya Rosululloh saw., bersabda; Sebaik-baik perempuan ialah orang (perempuan) yang membahagiakan kamu ketika kamu memandanginya, dan mentaatimu ketika kamu perintah, dan menjaga dirinya dan hartamu ketika kamu tinggalkan (pergi) “ (H.R. Imam Thobroni, Ibnu Hibban dan Hakim)

Lebih jelasnya dalam hadits ini, istri sholihah itu, istri yang selalu ber-dandan untuk suami/menyenangkan suami (bukan mejeng ke orang lain), selalu taat beribadah, taat kepada suami selama tidak perintah maksiat / dosa, jika suaminya pas pergi atau tidak ada selalu menjaga diri di rumah, menjaga anak-anaknya, menjaga harta benda-nya, sehingga ketika suaminya datang disambut ia dengan senyuman. Itu yang digambarkan oleh istri-istri Ro-sululloh Saw., artinya bagi seorang istri hidupnya itu semata-mata hanya untuk seorang suami. Apapun langkahnya ha-rus seizin dan senada dengan kehendak suami. Itu arti solihah dalam hadits diatas.
Namun bagi seorang yang mau menikah seperti mas Joko, ya tidak akan ketemu mencari yang semacam itu, karena orang tidak akan tahu sejauh kepribadian seorang wanita pili-hannya, sebelum ia menjadi Istrinya. Orang sudah pacaran saja bertahun-tahun, ketika menjadi istrinya malahan berantakan. Itulah sebabnya islam tidak menganjurkan pendekatan kepada perempuan dengan berpacaran (apa-lagi pacaran model sekarang..wah..wah su-dah banyak yang melanggar syaria’at, dan itu dosa besar) hati-hati Mas Joko.
Dalam mencari pendamping hidup Rosululloh saw. Bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ ( رواه مسلم )

“Dari Abi Hurairah, dari Nabi saw., Nabi bersabda : Seorang perempuan (dipilih) dinikahi itu ada empat hal; karena hartanya, karena hasab (nasab, dan kedudukan) nya, karena cantiknya, karena kuat agamnya. Maka hendaklah cari yang paling kuat agamanya, anda akan lengkap” (H.R. Imam Muslim)
Ada empat alasan perempuan dinikah : Pertama; memandang hartanya ini untuk perjuangan menegakkan hukum dan syari’at islam, jangan diperbudak harta, Kedua; Nasabnya harus jelas anak siapa? Karena hal ini akan berdampak dengan keturunan, orang yang nakal maka akan juga menurunkan anak yang nakal, pepatah mengatakan; “mangga jatuh tidak akan jauh dari pohonnya” atau “Kacang tidak akan meninggal lanjaran” dll. Ketiga; Kecantikannya, karena cantik (meski relatif) biasanya akan menyenangkan dan menjadi dambaan seseorang, Keempat; Kuat Agama, karena orang yang berdasarkan pengamalan agama biasanya takut berdosa, ada juga yang berniat ibadah, selalu mencari ridlo Alloh swt., ini yang akan mendasari hatinya damai tidak mudah marah, menerima, ngalah dll. Namun juga lagi-lagi orang yang lengkap dengan kreteria tersebut juga tidak mudah. Makanya kemudian Rasululloh saw., memberi solusi bagi orang-orang yang mau menikah untuk mendapat petunjuk yang terbaik dari Alloh swt., dengan cara Istikhoroh :

عَنْ أنَس بْنِ مَالِكٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلهِ وَسَلَّمْ : « مَا خَابَ مَنِ اسْتَخَارَ ، وَلَا نَدِمَ مَنِ اسْتَشَارَ ، وَلَا حَالَ مَنِ اقْتَصَدَ » ( رواه الطبرانى )

“ Dari Anas bin Malik, ia berkata, Rosululloh saw., bersabda; Tidak akan rugi orang yang Istikhoroh, dan tidak akan menyesal orang yang musyawarah, serta tidak akan cacat orang yang berprinsip” (H.R. Imam Thobroni)

Dari hadits ini mas Joko, nanti kalau mas Joko sudah mendapatkan pandangan perempuan yang seperti kreteria diatas, meskipun beleum lengkap kreterianya, yang penting kuat agamanya maka untuk memantapkan dilakukan Istikhoroh, dan minta pertimbangan (musyawarah) kepada orang tua, guru ngaji, atau orang yang dipercaya menurut mas Joko. Insya Alloh nanti Mas Joko akan mendapatkan pendamping yang setia, Istri yang solihah.. Bapak hanya bisa mendo’akan, semoga segera setelah jawaban ini dibaca tidak tertunda lagi, mas Joko mendapatkan Istri sholihah. Amin.*
Wassalamu’alaikum wr. wb.