Cangkrukan Kapolresta, Media Menjalin Komunikasi

Cangkrukan bersama Kapolresta Malang, Dandim 0833 Kota Malang bersama perwakilan mahasiswa.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Berbagai pihak mengapresiasi langkah Kapolresta Malang, AKBP Asfuri yang menggelar ‘Cangkrukan Kapolres Malang Kota’ sebagaimana dilaksanakan di Hotel Balava, Jl. Kolonel Sugiono, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Minggu (23/09/2018).

 

“SEJAK awal berdinas di Kota Malang, merasakan suasana yang nyaman. Karena menjadi keluarga besar warga Malang dan keluarga besar Arema. Kondisi kota yang aman, menjadi dambaan, keinginan semua pihak. Karena itu, acara cangkrukan, media kita bersama saling koordinasi, menciptakan suasana kota yang kita inginkan,” tutur Kapolresta saat memberikan sambutan.

Kegiatan itu lanjutnya, dimaksudkan untuk menjalin silaturahmi dan komunikasi antara Kepolisian / TNI dengan para mahasiswa. Hal itu sekaligus, menindaklanjuti acara Kapolda Jawa Timur, yang melakukan cangkrukan dengan para perwakilan mahasiswa dari Malang. Ia menilai, apa yang dilakukan Kapolda, bisa melahirkan pemikiran yang positif, sehingga bisa juga dilakukan di Malang.

“Di Kota Malang, ada sekitar 60 perguruan tinggi. Selaku penanggung jawab keamanan, saya tidak bisa bekerja sendiri, butuh bantuan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Karena mahasiswa memiliki jiwa ingin maju, ingin tahu perkembangan untuk memajukan diri,” lanjutnya.

Menurutnya, tingkat kehidupan masyarakat kota Malang, sangat bagus, memiliki daya tarik tersendiri untuk para pelajar. Perkembangan medsos sangat luar biasa, jangan sampai para pelajar menjadi penyebar berita, yang tidak benar.

Pada kesempatan yang sama, Komandan Kodim 0833 Bdj, Letkol Inf Nurul Yakin, sangat mengapresiasi progam Cangkrukan Kapolres Malang Kota. Menurutnya, dengan komunikasi tidak formal, dapat mencairkan suasana, karena dalam kondisi resmi belum tentu berani Kapolresta.

“Dengan kegiatan seperti ini, saya menyatakan siap mendukung kegiatan apapun yang menjadikan kota Malang ini tetap kondusif,” tuturnya.

“Saya kira, atmosfir kota Malang sangat hidup. Kami bangga berdampingan dengan para penegak hukum, yang mendampingi saat melakukan penyampaian aspirasi publik. Kejadian di DPRD kota Malang, luar biasa, harus tetap mendapatkan pengawasan,” tutur perwakilan mahasiswa. (ide)