Candi Singosari Tertutup Bukit

Candi Singosari di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (foto : angela anuntiata gawal putri, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura)

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Di dunia ini tidak luput dengan adanya sejarah dan peninggalan nenek moyang. Di pulau Jawa  sudah terkenal  adanya penemuan serta sejarah dari kerajaan-kerajaan pada jaman dahulu kala. Salah satunya Candi Singosari di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 

Salah satu arca di pelataran Candi Singosari di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (foto : angela anuntiata gawal putri, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura)

MENURUT Daman Wuri (60), juru pelihara Candi Singosari mengatakan, candi peninggalan Kerajaan Singosari ini ditemukan orang Belanda pada tahun 1803, dalam keadaan tertutup bukit yang  tinggi dan direnovasi pada tahun 1934-1937.

Salah satu arca di pelataran Candi Singosari di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (foto : angela anuntiata gawal putri, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura)

“Di Candi Singosari  terdapat arca-arca yang ditemukan dalam keadaan beserakan di sekitar candi. Tapi ada salah satu arca yang tidak berubah tempatnya  dan hingga sekarang  masih utuh. Namanya  arca Dewi Parwati, istri dari Dewa Siwa yang tempatnya tepat berada di depan halaman menuju Candi Singosari,” kata Daman Wuri, Minggu (16/12/2018) lalu.

Daman Wuri, juru pelihara Candi Singosari

Daman menambahkan, yang menarik dari Candi Singosari adalah candi ini masih menjadi tempat ibadah orang Hindu dan Budha dari dahulu hingga sampai saat ini. Bahkan  mereka masih mempercayai untuk berdoa di depan arca dengan membersihkan arca tersebut dengan air suci yang berada di sumur dekat candi.

“Mereka membersihkan arca tidak langsung disiram,  melainkan melalui selang. Setelah mencuci arca,  air cucian arca yang mengalir ditampung, lalu digunakan untuk diberikan kepada umatnya yang memuja arca tersebut, ” Daman Wuri.

Candi Singosari sampai saat ini masih dipelihara dengan baik. Tapi ada salah satu batu candi yang diganti tetapi tetap menggunakan batu yang berserakan di depan candi, lalu dipotong-potong, digabungkan menjadi satu bagian dengan Candi Singosari. Meskipun begitu tidak menghilangkan kesakralan Candi Singosari tersebut. (angela anuntiata gawal putri, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura/rahmat))