Bus Belum Beroperasi, Jamaah Haji Jalan Kaki ke Masjid Harom

MAKKAH, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Jutaan jamaah haji yang baru saja menyelesaikan melempar jumroh di Mina dan kembali ke Makkah, harus jalan kaki atau naik taksi untuk melakukan towaf ifadoh dan sai di Majid Harom, Rabu (14/08/2019).

 

Jalanan di Makkah sepi kendaraan.

 

SEBAB, berdasarkan peraturan yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi, bus sholawat (warna merah) yang biasanya mengangkut jamaah dari penginapan (hotel) menuju Masjid Harom, tidak beroperasi sejak sebelum ARMUZNA (Arofah, Muzdalifah, Mina), 6 Agustus 2019 atau 5 Dzulhijjah 1440 H hingga 14 Agustus 2019 atau 13 Dzulhijjah 1440 H.

Jamaah haji jalan kaki di kawasan Jalan Mahbas Jin.

Menurut Ketua Kloter 18 Embarkasi Surabaya, Muhajir, bus sholawat baru akan beroperasi kembali pada Kamis (15/08/2019). “Ini ketentuan dari Pemerintah Arab Saudi. Karena itu para jamaah harus bisa menyesuaikan kondisi ini,” katanya.

Terminal di Mahbas Jin sepi dari angkutan umum.

Akibatnya, para jamaah haji yang akan melaksanakan towaf ifadoh dan sai –setelah sebelumnya melempar jumroh di Mina— terpaksa jalan kaki menujju Masjid Harom. Jika ditempuh dari Hotel Dar Ummal Qura Golden —salah satu hotel yang menampung jamaah haji asal Jawa Timur di kawasan Mahbas Jin Sektor 5—  jaraknya sekitar 2,5 km.

Jarak ini, kalau ditempuh dengan alan kaki santai, butuh waktu kurang lebih setengah jam.

Pilihan lain, bisa ditempuh dengan cara naik taksi. Tapi taripnya mahal, sekitar 20 real per orang sekali jalan atau Rp 80 ribu per orang. Padahal, dalam kondisi normal, taripnya hanya 5 real per orang.

Karena tak ada bus, akhirnya dua cara itu dipakai para jamaah. “Awalnya kami ditawari 30 real, namun kami tawar jadi 20 real,” kata Kanimun, jamaah asal Singosari, Malang. (rahmat, makkah’)