Bupati Lepas 1.825 CJH, Waspadai Suhu Ekstrim di Makkah

Pemberangkatan Calon Jamaah Haji Kabupaten Malang 2018 di Stadion Kanjuruhan oleh Bupati Malang, Dr.H.Rendra Kresna.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Sebanyak 1.825 Calon Jamaah Haji (CJH) dari Kabupaten Malang, Jawa Timur, diberangkatkan Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna dari Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Senin (23/07/2018).

 

TEPAT pukul 10.00 WIB, dengan menggunakan tiga belas bus, CJH laki-laki 876 dan perempuan 949,  dilepas Bupati Malang setelah melakukan upacara pemberangkatan. Dari 1.825,  sebanyak 40% adalah CJH dengan status resiko tinggi.

Para CJH berkumpul di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen sebelum pemberangkatkan.
Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna dan Wakil Bupati Malang Drs. HM. Sanusi menyalami para CJH yang akan berangkat ke Makkah.

Melihat kondisi tersebut Rendra berpesan agar CJH yang beresiko tinggi agar berhati-hati. “Memang, untuk tahun 2018 ini jumlah CJH resti meningkat. Saya himbau agar mereka berhati-hati, senantiasa menjaga kesehatan, apalagi di sana saat ini suhu 54 derajat celcius,” pesannya.

Meski begitu bupati meminta agar CJH jamaah haji tidak perlu risau. “Kemenag RI sudah mengantisipasinya. Dari Dinas Kesehatan Kabupaten  Malang ada petugas medis yang mendampingi. Namun CJH harus tetap menjaga kesehatan dengan istirahat cukup, dan menjaga asupan makanan yang bergizi,” katanya.

Untuk CJH asal Kabupaten Malang,  berdasarkan qur’ah atau pengundian, nantinya akan menempati pemondokan di Raudhah, Mahbas Jin, Aziziah, dan Syisah. “Pemondokan kita paling jauh jaraknya 4,5 km dari Masjidil Haram. Nantinya para jamaah akan difasilitasi bus untuk moda transportasi,” kata Kasi Haji Kemenag Kabupaten  Malang, Sonhaji.

Sedangkan untuk di Madinah, para CJH akan menempati pemondokan di ring 1. Jadwal kepulangan jamaah haji dari Tanah Suci untuk kloter 20, 21, dan 22 pada tanggal 3 September. Sedangkan kloter 23 pada 4 September, dan besoknya menyusul kloter 24.

Sementara itu,  Asnan (86) salah satu CJH berstatus resti asal Desa Pakel, Kecamatan Sumberpucung yang berangkat menunaikan rukun Islam kelima bersama isterinya,  Kasiatun (66), meski sudah berusia lanjut,  tetap semangat mengerjakan ibadah haji. “Saya sudah delapan tahun menunggu. Ini adalah saat yang saya tunggu-tunggu mas. Pokoknya bismillah,  saya bermiat untuk ibadah,” tegas Asnan.

Kabupaten Malang yang setiap tahun mendapat kuota 2 ribu CJH, termasuk daerah dengan masa tunggu yang cukup lama. Menurut Kasi Haji Kantor Kemenag Kabupaten  Malang, Sonhaji, masa tunggu CJH mencapai 23 tahun. “Jika daftar tahun ini, maka estimasi pemberangkatan 23 tahun ke depan. Berati tahun  2041 baru berangkat,” jelas Sonhaji.

Lamanya masa tunggu, menurutnya, disebabkan jumlah pendaftar dan kuota yang disediakan tidak berimbang. “Kami setiap hari menerima 30 pendaftar kali 12 bulan. Jadi setiap tahun yang mendaftar 7.200 orang. Sedangkan kuota kita rata- rata satu tahun hanya 2 ribu orang,” ungkap Sonhaji.  (diy)