TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Dandim 0818 Kabupaten Malang - Kota Batu, Letkol Inf. Yusuf Dody Sandra, bersama Bupati Malang, HM Sanusi, meninjau masyarakat yang kerja bakti.

Bupati – Dandim 0818 Tinjau Longsor dan Banjir

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Bupati Malang, HM Sanusi,  Dandim 0818 Kabupaten Malang – Kota Batu, Letkol Inf. Yusuf Dody Sandra, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya, meninjau beberapa lokasi  longsor dan banjir di Kecamatan Pujon, Ngantang, dan Kasembon, Sabtu (06/03/2021) pagi hingga siang.

 

Dandim 0818 Kabupaten Malang – Kota Batu, Letkol Inf. Yusuf Dody Sandra, bersama Bupati Malang, HM Sanusi, meninjau masyarakat yang kerja bakti.

 

Dandim 0818 Kabupaten Malang – Kota Batu, Letkol Inf. Yusuf Dody Sandra, bersama Bupati Malang, HM Sanusi, mencoba mesin pengaspal jalan.

MENURUT Sanusi, dari kunjungan ini, dia ingin mengetahui sejauh mana dampak bencana longsor dan banjir, perkembangan pembangunan infrastuktur desa, serta bagaimana penerapan protokol kesehatan terkait COVID-19.

Ternyata, banyak yang ditemukan dari kunjungan ke Kecamatan Pujon, Ngantang, dan Kasembon ini. “Hasilnya, Pemerintah Kabupaten Malang memiliki program membangun jalan untuk mempermudah transportasi masyarakat. Seperti jalan tembus antara Jombok (Kecamatan Kasembon) – Ngabab (Kecamatan Pujon). Makanya, rabat jalan  dari Ngantang ke Pondok Agung (Kecamatan Kasembon) akan dilanjutkan,” kata Sanusi di sela-sela kunjungan.

Dandim 0818 Kabupaten Malang – Kota Batu, Letkol Inf. Yusuf Dody Sandra, bersama Bupati Malang, HM Sanusi, berada di Cafe Sawah, Pujon Kidul.

Dalam kunjungan itu, bupati juga meninjau tanah longsor yang menimbulkan beberapa dampak. Di antaranya, menutupi aliran sungai yang mengairi lahan pertanian seluas kurang lebih 47 hektar. “Masalah ini akan segera diselesaikan. Jembatan yang putus akan segera dikerjakan,”  tegas Sanusi.

Dalam kunjungan itu, bupati bersama rombongan menggunakan sepeda motor trail, dengan jarak tempuh  sekitar 60 km. Start dari rumah dinas, Jalan Gede, Kota Malang,  tepat pukul 07.00 WIB, rombongan bergerak  menuju Desa Pandesari, Kecamatan Pujon. Di sini, rombongan  meninjau kerja bakti dinas terkait  dan masyarakat yang lokasinya dekat dengan flower garden.

Kemudian lanjut ke Cafe Sawah, di  Desa Pujon Kidul.  Lanjut melintasi jalan Desa Sukomulyo yang kerap jadi  jalan alternatif kala jalan provinsi di Kedungrejo,  Ngantang terputus akibat bencana alam.

Dandim 0818 Kabupaten Malang – Kota Batu, Letkol Inf. Yusuf Dody Sandra, bersama Bupati Malang, HM Sanusi, naik trail saat meninjau lokasi bencana alam di Malang barat.

Rombongan lanjut ke Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang meninjau kerja bakti, serta Desa Sidodadi dan Pagersari meninjau perbaikan jalan.

Usai makan siang  bersama perangkat Desa Pagersari di pendopo desa setempat, rombongan meluncur  ke Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, lalu ke Dusun Klangon, Desa Pondok Agung,  Kecamatan Kasembon. Sepanjang rute ini, rombongan melewati rute offroad di pinggiran sungai yang pernah dialiri lahar dingin  erupsi Gunung Kelud 2014 silam.

Dari Pondok Agung, rombongan keluar ke Desa Bayem, Desa Kasembon, lanjut onroad lewat jalan besar Kasembon – Ngantang. Memasuki wilayah Desa Pait, Kecamatan Kasembon, rombongan belok kiri,  meninjau keberadaan gazebo warga setempat yang menawarkan sejumlah hasil pertanian dan olahan pertanian.

Setelah istirahat sejenak dan menyapa warga, Sanusi bersama Dandim melanjutkan perjalanan ke Jombok – Tulungrejo dan finish di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon.

“Kunjungan kerja semacam ini akan terus digelar. Hanya saja lokasinya menyesuaikan perkembangan. Terkait pariwisata, diharapkan setelah pandemi berakhir, geliat pariwisata semakin maksimal. Sekarang pemkab membangun infrastrukturnya dulu sembari menunggu masa pandemi ini berakhir,” jelas Sanusi.

Sependapat dengan Bupati Malang,  Dandim 0818 Letkol Inf Yusub Dody Sandra menambahkan, kegiatan ini untuk mengecek langsung titik rawan bencana yang ada di wilayah Kabupaten Malang. “Dengan demikian kita dapat mengambil langkah berikutnya untuk mengantisipasi bencana tanah longsor. Selain itu  kita dapat lebih paham kendala yang dihadapi  warga dan petugas saat berada di lapangan,” ujarnya. (mat)