Buka Kemah Santri di Poncokusumo, Sanusi Disambut Yel-yel

Bupati Malang, HM Sanusi didampingi Camat Poncokusumo, Marendra Hengky Irawan, bersama pengurus LP Maarif dan panitia kemah santri.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Bupati Malang, HM Sanusi membuka kemah santri di Bumi Perkemahan Ledok Ombo, Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (18/10/2019) sore. Kegiatan yang diikuti Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’arif dari MI, MTS, MA sederajat se-Kabupaten Malang  ini, diselenggarakan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdatul Ulama (NU) dalam rangka peringatan Hari Santri 2019.

 

 

KEDATANGAN Bupati Malang yang didampingi Camat Poncokusumo, Marendra Hengky Irawan, S.STP, M.AP, disambut dengan  yel-yel para peserta. Sanusi berharap, perkemahan ini dapat menjadi sarana untuk mendorong terciptanya generasi muda yang cerdas, kreatif dan berkarakter.

Bupati Malang, HM Sanusi disambut ratusan anggota Pramuka saat membuka kemah santri di Poncokusumo.

“Kegiatan ini sangat sesuai dengan tema HUT RI ke -74, yakni SDM unggul, negara maju. Hal ini juga sejalan dengan tema Hari Santri tahun 2019, yaitu, Santri Unggul, Negara Makmur. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta juga memiliki karakter sesuai dengan tema tersebut,”  harap Sanusi.

Peserta kemah santri di Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur mengikuti upacara.

Mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang ini menambahkan, Bangsa Indonesia memerlukan pemimpin-pemimpin yang memiliki karakter kuat. Sehingga dalam menjalankan kegiatan kepemimpinannya, akan selalu berintegritas untuk mengedepankan kepentingan rakyat dari pada kepentingan pribadi dan golongan. “Pemimpin yang berkarakter juga akan bisa memilih mana yang menjadi haknya,  mana yang batil, sehingga  dengan demikian dia tidak berani melakukan kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan agama,” jelasnya.

Sanusi berharap kepada para peserta untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Di samping melatih kemampuan fisik, juga melatih kedisiplinan, dan bisa memperoleh banyak ilmu. “Maka dari itu, ikuti apa yang diinstruksikan oleh kakak-kakak pembina dengan tertib dan baik, ” katanya.  (bri/mat)