BPJS Salurkan 3,3 Ton Beras ke Malang

Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, memberikan bantuan beras 3,3 ton untuk masyarakat Kabupaten Malang, Jawa Timur yang terdampak COVID-19.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, memberikan  bantuan beras 3,3 ton untuk masyarakat Kabupaten Malang, Jawa Timur yang terdampak COVID-19. Bantuan diserahkan Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Dodo Suharto kepada Bupati Malang, HM Sanusi, Jumat (29/05/2020) sore.

 

 

DODO Suharno menjelaskan, bantuan yang diberikan kepada Pemkab Malang ini sebagai bentuk kepedulian dan dukungan BPJS Ketenagakerjaan terhadap upaya penanganan COVID-19. “Ini juga bentuk empati dan simpati kami kepada masyarakat terdampak, terutama kepada para pekerja yang dirumahkan maupun yang di-PHK akibat COVID. Semoga dengan adanya bantuan ini bisa meringankan beban mereka,” katanya.

Bantuan beras dari BPJS diserahkan Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketengakerjaan Jawa Timur, Dodo Suharto kepada Bupati Malang, HM Sanusi, Jumat (29/05/2020) sore.

Sementara itu, Bupati Malang, HM Sanusi mengucap sukur atas bantuan yang diterima. “Alhamdulillah, terima kasih BPJS. Bantuan ini sungguh berarti bagi Kabupaten Malang yang sedang serius menyelesaikan wabah COVID-19,” ujarnya.

Sanusi menambahkan, meski masa PSBB  (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Kabupaten Malang akan berakhir Sabtu (30/05/2020), bukan berarti kehidupan masyarakat akan seenaknya, apalagi sampai mengabaikan prinsip protokoler kesehatan. “Artinya,  meski memasuki masa transisi, masyarakat tetap harus mematuhi dan mentaati semua himbauan pemerintah terkait upaya pencegahan COVID-19,” jelasnya.

Tentang konsep fase transisi, menurut mantan Ketua DPC PKB Kabupaten Malang ini, lebih memberikan kelonggaran terhadap aturan ketat PSBB, seperti kegiatan keagamaan, tempat ibadah, kelonggaran terhadap operasional perusahaan, kelonggaran para pekerja untuk kembali beraktivitas meski tetap harus memperhatikan protokoler kesehatan secara maksimal. Seperti penggunaan masker, menghindari kerumunan, cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, dan semua prinsip physical distancing harus tetap dilakukan agar terhindar dari penyebaran wabah COVID.  (roz/mat)