BPBD Kabupaten Malang Kembangkan Rumah Panel Tahan Gempa

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Tidak bisa dipungkiri, jika Kabupaten Malang mempunyai untuk terjadinya potensi gempa bumi, mengantisipasi hal itu, Badan Penanggulanggan Bencana (BPBD) Kabupaten Malang, membuat terobosan dengan mengembangkan rumah panel tahan gempa.

 

 

Pembuatan material pilar dan perakitan untuk rumah panel tahan gempa oleh BPBD Kabupaten Malang.

DITEMUI di areal kantor BPBD Kabupaten Malang, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Malang, Atok Irianto menyampaikan, bahwa sesuai dengan data temuan BMKG, di kawasan Malang selatan merupakan pertemuan lempeng Eurasia dan lempeng Australia.

Atok Irianto, Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Kabupaten Malang.

“Dari data BMKG dan diperkuat dengan intensitas gempa yang sering terjadi di Malang Selatan, bukannya menakuti, tapi ini harus diberitahukan bahwa di Malang Selatan memang memiliki potensi untuk terjadi gempa bumi dengan skala yang signifikan, kapan itu? Tidak ada yang tahu,”terang Atok.

Adanya potensi gempa itu, BPDB Kabupaten Malang kemudian mempunyai terobosan untuk mengembangkan rumah tahan gempa. “Teknologi ini adalah murni milik bangsa Indonesia yang dikembangkan oleh Puslitbang Perumahan dan Pemukiman Kementerian PU. Kita disini membeli alat cetaknya, dan mencoba membuat sendiri pilar beton bertulang yang akan digunakan sebagai rangka dan pondasi rumah panel tahan gempa,” jelas Atok.

Dengan dibawah bimbingan para tenaga ahli, relawan BPBD Kabupaten Malang, tampak giat membuat rangka besi dan membuat adukan cor untuk membuat beton bertulang yang akan digunakan dalam rumah panel dengan model ruspin (Rumah Sederhana Pintar). “Dalam pembuatan rangka ruspin ini kami langsung dibawah pengarahan instrukturnya, karena spesifikasi campuran semen dan batu, serta besi untuk tulangannya ada ukurannya, dan itu tidak boleh diubah,”papar Atok.

Kelebihan ruspin atau rumah panel yang berangka beton bertulang dengan desain khusus dan baru pertama ada di Jawa Timur ini, menurut Atok, mampu bertahan pada gempa dengan skala 9 SR. “Kelebihan lainnya adalah untuk pendiriannya mudah, tidak perlu alat berat, warga cukup bergoyong-royong untuk menyusun rangka rumah panel ini. Yang kami kembangkan ini adalah struktur atau rangkanya yang dibuat knock down (bongkar pasang) untuk aplikasi dinding dan atap nanti bisa disesuaikan dengan kemampuan pemiliknya,” kata Kabid RR BPBD Kabupaten Malang.

Mempunyai kekuatan bertahan di gempa bumi berskala 9 SR, rumah panel tahan gempa dengan model ruspin, menurut Atok layak dikembangkan di daerah Malang selatan. “Pada saat terjadi gempa bumi, rata – rata terjadinya korban adalah diakibatkan oleh reruntuhan bangunan, dengan model rumah panel tahan gempa ini, saya yakin bisa meminimalisir terjadinya korban saat gempa,”ujarnya.

Kedepan, BPBD Kabupaten Malang akan mengusulkan rumah panel tahan gempa ke Pemkab Malang untuk dikembangkan di daerah Malang selatan. “Untuk pengadaan dalam jumlah besar, itu tentunya wewenang Pemkab, kami disini mencoba menunjukkan bahwa inilah rumah panel tahan gempa yang sesuai dikembangkan di daerah Malang Selatan,”pungkas Atok. (diy)