BNNK Surabaya Ringkus Pasutri Pengedar Sabu Jaringan Lapas Madiun

SURABAYA, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Pasangan suami istri (pasutri) ditangkap BNNK (Badan Narkotika Nasional Kota) Surabaya, Jawa Timur, setelah diduga menjadi pengedar sabu dari jaringan narkotika Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Madiun. Bersama seorang pengedar lainnya, BNNK Surabaya menyita barang bukti sabu lebih dari 16 gram.

 

 

Kepala BNNK memamerkan ketiga tersangka dan barang buktinya.

KETIGA pengedar sabu ini ditangkap di rumah kos di kawasan Jalan Medokan, Surabaya. Para pengedar sabu ini masing-masing pasangan suami istri Dimas (19 tahun) dan Desy (19 tahun) serta Rizal (18 tahun).

Dalam penyergapan di rumah kos Rizal ini, petugas BNNK Surabaya menyita barang bukti dari ketiganya berupa sabu siap edar yang sudah dikemas dalam bentuk paket dengan berat lebih dari 16 gram.

Dari hasil pemeriksaan sementara, sabu ini rencananya diedarkan sesuai pesanan. Ketiganya juga mengaku mendapatkan sabu dari seorang bandar yang kini berada di Lapas Madiun. “Yang suami istri ini kita tangkap bersama rekannya sesama pengedar di rumah kos. Barang bukti juga masih ada pada mereka,” terang Kepala BNNK Surabaya AKBP Kartono, Senin (02/09/2019).

Ditambahkan Kartono, pengiriman sabu jaringan ini menggunakan sistem ranjau. “Dari hasil pemeriksaan para tersangka, sabu di dapat dari Lapas Madiun dengan sistem tersangka pesan barang kepada bandar di lapas melalui telepon, kemudian uang ditransfer via bank dan sabu pun dikirim ditempat yang telah disepakati,” jelas AKBP Kartono.

Ironisnya, sebagai pengantin baru, Desy mengaku nekat menjadi pengedar karena ingin membantu suami. “Saya tahunya setelah menikah kalau suami saya pengedar sabu. Dan saya baru sekali melakukan ini. Tapi karena disuruh suami, saya  nurut saja,” aku tersangka Desy.

Selain barang bukti sabu, petugas BNNK Surabaya juga menyita peralatan hisap, poket plastik, telepon genggam, kartu ATM dan bukti transfer rekening bank. Sementara itu akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan diancam hukuman paling singkat lima tahun serta paling lama 20 tahun. (ang)