Berkat Sumur Resapan, RW 23 Bebas Banjir

Kampung Glintung Go Green (3G), di RW. 23, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang semakin mendunia. Ini menyusul akan datangnya delegasi dari 14 negara yang ingin mengetahui secara langsung kampung 3G dengan sumur resapan (biopori) dalam mengatasi banjir, Juli 2017. Kampung 3G pernah masuk dalam nominasi lima besar Guangzhou International Award for Urban Innovation.

Rektor UB melihat sumur resapan dan Ketua RW 23, Ir. Bambang Irianto, penggagas sumur resapan biopori di wilayahnya.

“Pada tahap awal, warga memang tidak berkenan dengan pembuatan sumur biopori. Namun saya tetap berjuang, hingga menjadi seperti sekarang. Bahkan saat ini, sudah banyak diminta untuk menjadi pembicara di seminar biopori, baik di dalam maupun luar negeri,” terang Ir. Bambang Irianto, Ketua RW setempat sekaligus penggagas biopori di RW 23, belum lama ini.

Ia melanjutkan, perjuangan di tahap awal tidak mudah. Namun dengan tujuan mulia untuk keperluan generasi mendatang, menjadi penyemangatnya. Dengan konservasi air, yakni memasukkan air sebanyak-banyaknya ke dalam bumi, menjadi tabungan air untuk generasi berikutnya, bahkan di saat musim kemarau sekalipun.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dr. Moch. Bisri mengatakan, pembuatan sumur resapan diterapkan tidak hanya di RW 23 saja. Namun di RW 23 inilah yang memberikan efek dan pengaruh yang signifikan.
“Di RW 23 ini terhitung berhasil, itu tidak lepas dari komitmen seorang pemimpin. Jika pemimpinya dengan prinsip yang kuat, didukung masyarakat sekitar, ya begini hasilnya. Kampung yang tadinya sering terjadi banjir, saat ini sudah terbebas,” tutur Moch Bisri.*