TABLOID JAWA TIMUR

Informasi Daerah Jawa Timur

Inilah para peserta pelatihan di Bengkel Rinjani UMM yang sudah menyelesaikan pelatihan.

Bengkel Rinjani UMM Lahirkan Mekanik Andal dan Religius

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR.COM – Penyediaan pelatihan kerja menjadi salah satu aspek penting untuk menunjang kemampuan masyarakat. Hal itu pula yang menjadi landasan digelarnya Rinjani Skill Development Center (RSDC), salah satu program pelatihan kerja yang dilaksanakan Bengkel Rinjani Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

 

Inilah para peserta pelatihan di Bengkel Rinjani UMM yang sudah menyelesaikan pelatihan.

 

EKA Kadharpa Utama Dewayani, SE, MM, Direktur Utama Bengkel Rinjani mengungkapkan, pada dasarnya, RSDC merupakan sebuah lembaga pelatihan kerja dan lembaga sosial yang tidak dikomersilkan. Meski ada beberapa pengembangan dan kelas yang dikomersilkan, namun RSDC memiliki program tahunan yang menyasar kaum dhuafa.

”Para peserta dilatih selama sepuluh bulan. Kurikulum disesuaikan dengan perkembangan dunia otomotif. Kurikulum akan sedikit dibedakan. Mereka yang alumni jurusan otomotif akan mendapat kurikulum yang disesuaikan dibandingkan dengan mereka yang bukan dari jurusan otomotif,” terangnya, belum lama ini.

Eka —-panggilan akrab Eka Kadharpa Utama Dewayani—- menandaskan, nantinya program ini akan lebih menyasar mereka yang kurang mampu, utamanya mereka yang berasal dari panti asuhan. “Hal ini sesuai pesan dan arahan Rektor UMM,  Dr. Fauzan, M.Pd,” ujarnya.

Saat penutupan pelatihan di RSDC akhir pekan lalu, ada 12 peserta yang dikukuhkan. Sebelumnya RSDC juga mengirimkan tujuh peserta  mengikuti pelatihan kedua di PT Denso Indonesia, Bogor. Nantinya mereka akan ditempatkan di seluruh cabang PT Denso Indonesia. Selain belajar mengenai otomotif, peserta juga diberi materi terkait ilmu sosial serta agama.

Menurut Eka, ilmu yang didapat  peserta seyogyanya bisa kembali diajarkan ke masyarakat luas. “Jangan pelit ilmu. Selalu tebar manfaat di manapun saudara berada,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Ahmad Juanda, AK., M.M., C.A,  Kepala Biro Administrasi Keuangan, Kepegawaian, dan Umum UMM menerangkan hal yang sama. Menurutnya, ada alokasi khusus yang sudah UMM siapkan untuk program-prpgram yang tidak komersial. Salah satunya RSDC. “Visi kami untuk memberikan bekal. Terlihat dari materi yang disampaikan, tidak hanya mengenai otomotif, tapi juga keterampilan hidup. Semoga hal ini menjadi bagian dari amal UMM,” terangnya.

Di samping itu, Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki , ST,. MT,  menjelaskan, hal yang kurang dari dunia otomotif saat ini adalah kemampuan komunikasi. Jika memiliki kemampuan ini dengan baik, tentu akan menjadi modal utama para peserta dalam persaingan dunia kerja.

Menurutnya, kolaborasi antara keterampilan, kerja sama, dan  informasi  menjadi hal penting yang perlu dipupuk lebih dalam. “Satu pondasi penting ketika terjun di bidang jasa adalah kepercayaan. Saudara harus menjadi orang yang jujur dan amanah ketika melayani pelanggan. Saya yakin,  para peserta dan alumni RSDC akan selalu bekerja dengan mengamalkan nilai-nilai kebenaran dan agama yang baik,” tandas. (div/mat)