Bayu Hendriansah dan Belinda Amanda Jadi Duta Sanitasi Kabupaten Malang 2018

MALANG, TABLOID JAWA TIMUR.COM – Bayu Hendriansah dan Belinda Amanda LK, keduanya finalis Joko Roro Kabupaten Malang, Jawa Timur tahun 2018, akhirnya terpilih menjadi Duta Sanitasi Kabupaten Malang 2018, di  Amphiteater Gunung Kawi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (28/04/2018) malam.

 

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Dr. Wahyu Hidayat, bersama Bayu Hendriansah dan Belinda Amanda LK, Duta Sanitasi Kabupaten Malang 2018.

MENURUT Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Dr. Wahyu Hidayat, setelah melalui seleksi yang cukup panjang, akhirnya  Bayu Hendriansah dan Belinda Amanda LK, terpilih menjadi Duta Sanitasi Kabupaten Malang 2018.

“Setelah terpilih, mereka mendapat tugas dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman,  dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang untuk membantu dinas dalam menyadarkan masyarakat tentang pentungnya sanitasi,” kata Wahyu Hidayat, Selasa (01/05/2018) malam.

Menurut doktor alumni Universitas Merdeka Malang ini, kedua pemenang ini asli Arema (Arek Malang). “Beinda dari Lawang, Kabupaten Malang dan Bayu dari Kota

Bayu Hendriansah Duta Sanitasi Kabupaten Malang 2018.
Belinda Amanda LK, Duta Sanitasi Kabupaten Malang 2018.

Malang. Sehingga kami yakin mereka paham betul tentang karakteristik Kabupaten Malang. Hal ini tentu akan sangat membantu tugas mereka nantinya,” harap Wahyu Hidayat.

Seperti pernah diberitakan sebelumnya, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Jawa Timur, mencari Duta Sanitasi. Tugasnya, memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya sanitasi.

“Mereka yang terpilih menjadi Duta Sanitasi, diminta mensosialisasikan sekaligus mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap  lingkungan. Tujuannya,  agar tercipta kawasan yang bersih dan bebas dari pencemaran,” kata Dr, Wahyu Hidayat, Selasa (10/4/2018) lalu.

Mantan Camat Tajinan ini menambahkan, pemilihan Duta Sanitasi ini akan disinergikan dengan pemilihan Joko Roro yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang.

“Sebab, pemilihan Joko Roro memiliki basik yang sama. Walau memiliki kesamaan, tetapi memiliki perbedaan orientasi,” kata pejabat eselon II B yang baru saja meraih gelar doktor di Universitas Merdeka Malang ini.

Selain itu, lanjut Wahyu Hidayat,  para peserta memiliki kesamaan dalam bertugas. “Jika Joko Roro mensosialisasikan pariwisata, Duta Sanitasi akan mengkampanyekan sanitasi,” katanya.

Karena itu, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang menjalin kerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk menjaring para peserta. “Duta Sanitasi ini pesertanya dipilih dari 30 finalis Joko Roro. Dari 200 peserta, terjaring 75 peserta,  kemudian mengerucut menjadi 30 peserta,” ujarnya. (mat)