Bawa Kabur Motor Teman, Babak Belur Dihajar Massa

Tersangka penggelapan dan penipuan, Rohmad Julianto alias Juli yang babak belur dihajar massa.

MALANG, TABLOIDJAWATIMUR. COM – Karena berusaha melawan dan melarikan diri saat dimintai keterangan, tersangka tindak pidana penipuan dan penggelapan, Rohmad Julianto alias Juli (23), warga Dusun Sawahan, Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang babak belur karena dihajar massa, Selasa (05/02/2019).

 

DIHAJARNYA Juli oleh warga yang emosi dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Turen, Iptu. Hari Eko Utomo. “Kejadiannya tadi malam di jalan raya Desa Sidorejo, Pagelaran pukul 20.00 WIB, beruntung dalam kejadian tersebut korban berhasil diselamatkan,” terang Hari, Rabu (06/02/2019).

Barang bukti sepeda motor diamankan petugas.

Babak belurnya Juli, berawal saat tersangka membawa kabur sepeda motor Honda Beat N 2082 IT milik Ahmad Bahruddiv Asrori (15) warga Jalan Pratu Subari, Kelurahan Sedayu, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

“Awalnya korban bersama pelaku sama-sama main ke sebuah Cafe yang ada di Dusun Bokor, Desa Pagegangan, Turen. Kemudian dengan alasan mau menjemput teman wanitanya di Desa Pojok, Dampit, pelaku meminjam sepeda motor korban,” jelas Kanit Reskrim Polsek Turen.

Tanpa berprasangka, Asrori menyerahkan kunci kontak sepeda motornya, namun hingga berganti hari Juli dan sepeda motornya tak juga kembali, dan pelaku tidak bisa lagi dihubungi. “Korban akhirnya melapor ke Polsek Turen,” ujar Hari.

Hingga pada Selasa kemarin, orang tua korban, Muzzaki melihat Julianto melintas di jalan raya Desa Sidorejo, Pagelaran. Tanpa pikir panjang, Muzzaki menanyakan keberadaan sepeda motor miliknya. Alih-alih berterus terang, Julianto malah berusaha melawan dan melarikan diri.

“Saat tersangka akan kabur, orang tua korban berteriak maling, sambil menunjuk ke arah tersangka, sehingga memancing perhatian warga,” beber mantan KBO Satreskrim Polres Malang.

Tak ayal, mendengar teriakan maling dari Muzzaki, warga kemudian mengepung Julianto, dan mempermaknya hingga babak belur. “Beruntung aksi massa tersebut segera direda oleh jajaran Polsek Pagelaran. Kami kemudian berkoordinasi dan membawa tersangka yang terluka ke rumah sakit Bokor, Turen,” ungkap Hari.

Kini meski sambil meringis kesakitan, Rohmad Julianto alias Juli harus menjalani proses penyidikan di Polsek Turen. “Sekarang yang bersangkutan sedang dalam proses penyidikan, apakah sebelumnya pernah melakukan tindak pidana yang sama, itu masih kita dalami,” pungkas Kanit Reskrim Polsek Turen. (diy)